Jumat, 1 Mei 2026

Pemko Batam Kerja Sama dengan Siak

Berita Terkait

batampos.co.id – Pemerintah Kabupaten Siak, Riau menjalin kerja sama di bidang pariwisata dengan Pemerintah Kota Batam dan Pemerintah Kabupaten Karimun. Kerja sama ini ditandai penandatanganan MoU di lantai V Kantor Wali Kota Batam, Senin (30/7)

Bupati Siak Syamsuar mengatakan, kerja sama tersebut tentunya dapat membawa pemasukan bagi tiap daerah yang dikunjungi. Kesepahaman ini menyangkut dalam hal mempromosikan pariwisata.

”Nantinya, kerja samanya dalam bentuk promosi pariwisata, dan mengembangkan event pariwisata, kebudayaan, dan sport tourism,” katanya.

Selain itu, promosinya berupa informasi pariwisata Siak yang disebarluaskan di Batam, Karimun, Bintan, dan Tanjung Pinang. Sehingga wisman tertarik untuk melanjutkan perjalanannya. Pria yang terpilih sebagai Gubernur Riau dalam Pilkada 2018 ini optimis, dengan kerja sama empat kabupaten/kota di Kepri, maka angka kunjungan wisman ke Siak bisa meningkat hingga lebih 100 persen.

”Selain Batam dan Karimun kami juga gandeng Tanjungpinang dan Bintan. Diharapkan wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Batam atau Karimun bisa melanjutkan perjalanannya ke Siak. tentunya ini sangat menguntungkan semua pihak,”ulasnya.

Saat ini kunjungan wisman ke Riau sebanyak 400 ribu dalam setahun. Namun, ia menargetkan bisa naik sampai 1 juta wisman dalam setahun. Ia menyatakan, bahwa Siak memiliki banyak potensi wisata religi. Dimana terdapat masjid-masjid bersejarah zaman Kerajaan Siak. ”Tentunya ini modal kita mengenal Siak sebagai rumpun Melayu. Karena ada sejarahnya ada masjid-masjid peninggalan kerajaan dahulu,” ungkapnya.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi menyambut baik kerja sama pariwisata tersebut. Dikarenakan kedua pemerintah ini kental sebagai daerah Melayu. Sehingga pihaknya berharap Batam turut dipromosikan keluar juga. ”Kita sambut baik, sebagai kabupaten kota bersaudara dan serumpun saling bantu untuk memperkenalkan pariwisata Siak,” harap Rudi.

Di ruangan yang sama, Bupati Karimun Aunur Rafiq menuturkan bahwa kesepakatan di bidang pariwisata tentunya menguntungkan semua pihak. Karena wisata daerah menjadi aset yang bisa dijual untuk mengenjot kunjungan wisman. Meskipun, diakuinya pariwisata di Karimun terbatas.

Namun demikian, sebutnya ada beberapa lokasi wisata dapat menjadi unggulan di Bumi Berazam itu. ”Kami berharap manfaat yang besar. Apalagi Siak ditetapkan sebagai cagar budaya nasional. Kalau Siak memiliki banyak cagar budaya dan objek wisata religi. Maka pariwisata Karimun terbatas, tapi ada beberapa unggulan, seperti sumber air panas di pesisir, yang kalau kami tata baik, pariwisata daerah meningkat,” pungkasnya.(iza)

Update