batampos.co.id – Para pedagang di dalam dan sekitar pasar induk mulai pindah ke kios sementara pada lokasi yang tidak jauh dari Pasar Induk, Senin (30/7). Data Satpol PP Batam, jumlah pedagang mencapai 113 orang terdiri dari 86 pedagang aktif di dalam Pasar Induk dan 27 pedagang buah di tepi jalan raya Jodoh.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi bersama Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad pagi hari kemarin turun langsung mengecek kondisi pasar yang telah lama lapuk bangunannya tersebut. Tak hanya itu, ia juga mengecek kondisi kios sementara.

Dalam kesempatan itu, ia telah bertemu dengan beberapa pedagang dan meminta hari itu untuk mulai memindahkan dagangannya masing-masing. “Seminggu ini harus sudah masuk semua ke kios itu,” kata dia.

Ia mengatakan, para pedagang digratiskan selama tiga bulan pertama untuk menempati kios tersebut. Selebihnya, mereka harus memberikan uang sewa pada pemilik kios yang dimaksud. Agar tidak rebutan memilih lapak, ia mengatakan pembagian akan ditetapkan dengan sistem undi.

“Saya minta camatnya dudukkan ini betul dengan pemilik kios maupun pedagang, supaya berjalan baik dan tidak ribut,” imbuhnya.

Setelah dikosongkan, pemko akan masuk tahap pembongkaran yang diawali dengan melanjutkan dengan secara administratif penghapusan aset. pembongkarannya ditargetkan selesai tahun ini. “Dibongkar habis, soalnya sudah miring, ngeri juga saya masuk tadi,” sebut mantan polisi ini.

Untuk diketahui, Pemko Batam mengajukan dana pembangunan ke Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI sebesar Rp 200 miliar untuk pasar ini. Ditanya berapa support dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan belanja Daerah (APBD) Batam, Rudi memastikan juga didukung dana daerah namun dia belum bisa memastikan berapa dana daerah yang akan terpakai, kelak akan disesuaikan dengan realisasi dari dana pusat.

“Dapat sekian-sekian dari pusat, kami dudukkand engan tim, kami (daerah) berapa, akan disesuaikan. Kalau DED-nya tahun ini,” ucap dia.

Pasar Induk Jodoh terlihat rusak dan tidak terawat, Senin (30/7). Pemko Batam berencana akan melakukan penataan ulang pasar tersebut. F Cecep Mulyana/Batam Pos

Pasar Induk ini rencananya akan dibangun dengan jumlah kios lebih dari 2.000 unit. “Data PKL sekitar Jodoh Nagoya sekitar 1.900-an, tapi kita lebihkan mana tahu nanti ada yang tidak terdata,” ujarnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam, Zarefriadi mengatakan sejauh ini ada sekitar 1.808 pedagang kaki lima yang terdata. Terdiri dari 1.239 pedagang di Tos 3000 Jodoh, 139 pedagang Pasar Induk, dan 430 pedagang Jodoh Boulevard.

“Mereka ini yang nanti akan direlokasi ke Pasar Induk Jodoh setelah revitalisasi,” kata Zarefriadi.

Sementara itu, Kabid Trantibum Imam Tohari mengatakan, pemindahan para pedagang sudah prosedural, yakni melakukan sosialisasi hingga memberikan dari Surat Peringatan (SP) satu hingga SP tiga.

“Tahapan ini guna menyiapkan pasar induk yang merupakan upaya pemerintah menata, menertibkan, memanuasiakan para pedagang di pasar induk jodoh,” pungkasnya. (iza)