
batampos.co.id – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2018 Tingkat Kota Batam digelar di Dataran Engku Putri Batam Centre, Selasa (31/7) berlangsung semarak. Anak-anak dari berbagai jenjang pendidikan larut dalam kebahagiaan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kota Batam, Umiyati mengatakan peringatan Hari Anak Nasional 2018 ini mengangkat tema Anak Indonesia Anak Genius, Gesit, Empati, Berani, Unggul, dan Sehat. Ia menyebutkan, seluruh kegiatan dalam peringatan tersebut dilakoni oleh anak. Warga turut terpukau menyaksikan pertunjukan oleh anak seperti drama, tari, fashion show, menyanyi bersama lagu HAN hingga pertunjukan lain yang menghibur.
“Kita memang kemas ini dari anak untuk anak. Anak-anak Batam luar biasa,” kata Umiyati.
Ia menyampaikan, acara tersebut memang didedikasi untuk anak Batam. Ia paham, anak-anak merupakan generasi penerus dan harapan di masa yang akan datang.
“Maka selama acara ini berlangsung, tak ada lain untuk menghibur dan membangkitkan semangta mereka,” ucap dia.
Wali Kota Batam Muhammad Rudi, mengatakan, pembinaan anak harus dilakukan sedini mungkin. Hal ini dapat diawali dengan menguatkan peran keluarga dalam rangka pembentukan karakter, sikap dan akhlak anak. Ia menilai pendidikan di keluarga sangat penting.
“Kebiasaan di rumah akan dibawa kemana dia pergi dan sampai dai (anak) besar. Kalau dalam rumah bagus, akan bagus,” kata Rudi, usai acara.
Selain pembinaan di dalam keluarga, ia mengatakan lingkungan sekitar, pemerintah dari kelurahan hingga pemerintah kota memang harus ikut berperan. Salah satunya denga menggelar acara yang bermanfaat bagi anak. Semua hal ini dilakukan agar anak Batam akan menjadi contoh dan berguna, baik sekarang maupun di masa akan datang.
“Saya kira kegiatan hari ini bagus, dan harusnya rutin dilakukan. Kalau boleh bukan di sini saja, tapi di setiap kecamatan. Sehingga mereka merasa diayomi,” paparnya.
HAN kali ini, anak Batam menyampaikan 10 Suara Hati Anak Kota Batam 2018. Antara lain, penyediaan transportasi gratis anak sekolah baik di pulau utama (mainland) maupun pulau penyangga (hinterland) yang ramah anak, memohon agar pemerintah mewujudkan sekolah dan puskesmas ramah anak, memohon agar meningkatkan pengawasan terhadap penyebarluasan narkoba di Kota Batam, menjauhkan anak dari paparan bahaya rokok serta bahaya promosi iklan rokok agar jauh dari jangkauan anak.
Anak Batam juga memohon kepada pemerintah untuk mendirikan pusat pembelajaran keluarga. Agar memberdayakan keluarga dan menghindari anak dari risiko kekerasan, eksploitasi, penelantaran, dan perlakuan salah lainnya. Juga meminta perlindungan bagi anak dari segala entuk eksploitasi serta kekerasan seksual di Kota Batam.Masalah peraturan perundang-undangan yang mengatur batas minimal usia perkawinan juga menjadi sorotan Anak Batam. Menurut mereka perlu ada penyelarasan undang-undang serta keterlibatan tokoh masyarakat untuk mencegah perkawinan usia anak.
Dan terakhir, memohoon Pemerintah Kota Batam untuk membuat regulasi terkait musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) anak tingkat daerah. Serta merealisasikan hasil musrenbang anak tersebut. Sepuluh permohonan tersebut dibaca langsung di depan Wali Kota Batam Muhammad Rudi.
Rudi mengaku belum bisa sepenuhnya menyiapakan satu hal yang langsung dijawab Rudi di depan anak-anak Kota Batam. Yakni terkait pembangunan fasilitas yang ramah anak.
“Batam belum bisa menyiapkan seluruh kebutuhan anak dan warga Kota Batam. Tapi kami akan coba menyiapkannya satu per satu. Untuk fasilitas taman, di depan Edukits kami akan jadikan taman untuk bermain remaja,” tuturnya. (iza)
