Pemotor melintas dekat deretan kios liar di Jalan Trans Barelang, Tembesi, Sagulung. Jalan ini kerap macet akibat pedagang kios liar. F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Bangunan liar yang berada di sekitar SMPN 35 Batam, Jembatan satu Barelang dan di depan Mako Brimob, Tembesi menjadi target penertiban Tim Terpadu Satpol PP Kota Batam. Wacana penertiban itu untuk mendukung program pemerintah yang berencana akan memperlebar jalur jalan menuju kawasan wisata Barelang.

Kepala Bidang Penertiban dan Kebersihan Umum (Trantib) Satpol PP, Imam Tohari mengatakan penertiban bangunan liar tersebut akan segera dikerjakan.

“Kapannya waktunya itu masih rahasia,” katanya.

Dia mengatakan saat ini pemerintah fokus pada daerah yang diperlebar jalannya. Sementara untuk proses percepatan penertiban, pihaknya menyesuaikan dengan anggaran yang ada.

“Pastinya akan digusur semua, cuman kan bertahap,” jelasnya.

Sementara itu, proses penertiban 22 bangunan liar di depan Perumahan Citra Laguna, Tembesi, Kamis (26/7) dinilai pilih kasih. Warga yang kiosnya digusur mengaku Tim terpadu tebang pilih. Menurut mereka bangunan yang belum tersentuh di wilayah itu masih banyak, termasuk puluhan kios liar di Simpang Lampu Merah, Tembesi.

“Padahal kios di sana yang bikin masalah,” ucap Dn, pemilik kios liar yang digusur di depan Perumahan Citra Laguna.

Dia mengatakan penggusuran dilokasi itu yang semestinya dipercepat. Sebab, setiap hari dikeluhkan warga karena bikin macet. “Bangunanya pun sudah hampir mepet ke jalan,” keluhnya. (une)