batampos.co.id – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berencana membangun pabrik pengolahan rumput laut di Moro, Kabupaten Karimun. Karena wilayah tersebut memiliki potensi perikanan dan budidaya rumput laut yang cukup besar.
“Sudah beberapa kali tim analis dari Kemenperin turun ke Moro untuk melakukan studi kelayakan. Sesuai laporan yang kita terima, pada bulan depan merupakan studi kelayakan terakhir,” kata Kepala Dinas Kelutan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Karimun Ruffindi Alamsjah kepada Batam Pos, Selasa (31/7).
Menurutnya, hingga saat ini masih ada nelayan yang aktif melakukan budidaya rumput laut. Namun, mereka kesulitan mengolah rumput laut yang telah dipanen. “Hanya dijemur sampai kering saja, lalu dijual ke Jakarta. Dengan dasar ini, maka tahun depan Kemeperin akan membangun pabrik pengolahan rumput laut,’’ ujar Ruffindi.
Karena bila ada pabrik pengolahan, nelayan yang melakukan budidaya rumput laut bisa mendapatkan hasil yang lebih baik.
“Selain itu, jenis rumput laut yang menjadi komoditas untuk dibudidaya merupakan jenis yang biasa. Insya Allah dari Direktorat Jenderal KKP akan membantu bibit rumput laut unggulan. Yakni, jenis cottoni dan untuk jenis ini memang di Moro belum ada. Dan, rencananya pada Agustus tahun ini tim baru akan turun ke wilayah Moro untuk melakukan survei lokasi,’’ paparnya.
Khususnya, lanjut Ruffindi, lokasi yang akan dijadikan untuk budidaya rumput laut jenis ini berada bukan pada alur pelayaran. Dan, seperti dike-tahui bersama di Moro cukup banyak pulau-pulau dan di antaranya memang bukan menjadi alur pelayanan kapal-kapal besar dan kapal cepat.
“Jika memang sesuai, maka bibit rumput laut unggulan ini akan dibantu sebanyak 200 kilogram dan kemudian dikembangkan di sana,” ungkapnya. (san)
