Ratusan pencari kerja (Pencaker) duduk lesehan di MPH Batamindo, Mukakuning, Seibeduk, Senin (16/7). Pencari kerja ini menunggu informasi lowongan kerja dari perusahaan yang ada di Batamindo. Saat ini banyak warga yang menganggur karena perusahaan tidak membuka lowongan pekerjaan. F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Pencari kerja baru tamat sekolah luar daerah atau pencaker yang dikenal fresh graduate itu mudah ditemui di Multi Purphose Hall (MPH) Pujasera Batamindo, Selasa (31/7). Aryo Lesmana, 19, yang sudah dua minggu datang dari Madura, Jawa Timur misalkan, sudah wara-wiri memasuki lamaran ke beberapa perusahaan di Batam.

“Tapi belum dipanggil-panggil kak,” ujarnya disela-sela melihat pengumuman lowongan kerja di Multi Purphose Hall (MPH), kemarin.

Dia mengatakan memang sengaja ke Batam untuk mencari pekerjaan. “Saya datang bersama empat teman saya sekaligus, niat memang mau cari kerja,” katanya.

Tak hanya dia, di lokasi tersebut juga banyak ditemui pencaker baru tamat sekolah lainnya. “Banyak dapat teman baru di sini, mereka semua baru tamat sekolah,” ucapnya.

Pencaker baru tamat lainnya, Rahayu, 19. Dara Padang yang datang di pertengahan Juli lalu ini mengaku datang ke Batam karena ajakan teman juga saudaranya.

Selain itu, pencaker baru tamat sekolah asli Batam juga ada. Seperti Muhammad Khadafi yang ingin bekerja untuk mencari modal untuk kuliah.

“Mau kerja sambil kuliah,” ungkap warga Batamcenter ini.

Sementara itu, tamatan sekolah menyumbang jumlah pencari kerja dapat dilihat dari berjubelnya pembuat Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Di Polsek Batuaji misalnya, dalam sehari 60 pembuat SKCK yang didominasi remaja tamat sekolah memadati konter SKCK pasca lebaran beberapa waktu lalu, sementara di Polsek Seibeduk, berkisar 40 pembuat SKCK dalam sehari.

Tak hanya itu, permintaan kartu kuning di Kecamatan Sagulung juga meningkat. Staff pembuatan kartu kuning Kecamatan Sagulung Junita Silaban, mengatakan ada sekitar 60 pemohon yang mengajukan pembuatan kartu kuning dalam sehari, sebagian besar mereka yang baru tamat sekolah yang hendak melamar kerja.

“Anak-anak baru tamat, mereka buat yang baru semua,” katanya. (une)