Senin, 16 Februari 2026

257 Guru TPQ Disertifikasi

Berita Terkait

Raja Ariza. F. Yusnadi/batampos.co.id

batampos.co.id – Sedikitnya 257 orang guru Taman Pendidikan Quran (TPQ) dari 197 TPQ se-Kota Tanjungpinang mendapatkan sertifikasi dari Pemko Tanjungpinang yang diserahkan Penjabat (Pj) Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza di aula SMKN 1 Tanjungpinang, Rabu (25/7).

Raja mengatakan, sertifikasi ini bertujuan untuk memenuhi ketentuan pemerintah yang mengatur bahwa setiap guru harus memiliki kemampuan dasar. Menurutnya, dalam proses pendidikan, terdapat dua hal yang harus dilakukan. Pertama, mentransfer ilmu pengetahuan dengan metodelogi tertentu untuk mengukur kemampuan otak dan kecerdasan. Dan yang paling penting, bagaimana mendidik perilaku dan etika anak, termasuk sikap guru terhadap anak didik.

”Dengan sertifikasi inilah, kita bisa melihat sejauh mana kemampuan dasar guru-guru TPQ. Mereka harus bisa mengajarkan bagaimana cara membaca Alquran dengan baik dan benar,” ungkapnya.

Ariza berharap, ke depan akan banyak lagi lahir generasi muda yang qurani. Sehingga dengan menguasai Alquran, dapat menjadi tameng bagi mereka dalam meng-hadapi perkembangan zaman yang serba modern ini.

Di tempat yang sama, ketua tim penguji sertifikasi guru TPQ tingkat Kota Tanjungpinang, Imam Subekti menjelaskan jumlah peserta sebanyak 300 orang berasal dari empat kecamatan. ”Dari jumlah total 857 guru, masih ada sekitar 300 orang lagi yang dipersiapkan untuk tahun depan,” ujarnya.

Sementara untuk tim penguji berjumlah 7 orang. Materi yang diuji adalah kemampuan guru dalam menulis, membaca, dan mengartikan Alquran dengan baik dan benar. ”Karena kita melihat banyak anak-anak lulusan TPQ yang hanya sekadar bisa membaca. Tapi aturan bacaan dan ilmu tajwidnya masih dangkal,” ungkapnya.

Selanjutnya, kata Imam, dalam memahami bacaan dan gerakan salat sesuai dengan ilmu syariat, serta kemampuan guru untuk menghafal surat-surat pendek dan menghafal doa-doa harian yang bertujuan untuk membiasakan anak didik berdoa sebelum melakukan aktivitas kehidupan.

”Jadi, dalam penilaian ada beberapa klasifikasi. Bagi yang memiliki kemampuan lebih akan mendapatkan nilai A. Sedang nilai B, dan yang kurang kita beri C. Sedangkan yang nilai D berarti tidak lulus,” jelasnya.(cca/adv)

Update