Acara pembukaan kegiatan Bimtek Pelestarian Cagar Budaya yang dilakukan Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga, Selasa (1/8). F. Wihaya Satria/batampos.co.id

batampos.co.id – Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga mengusulkan adanya museum timah di Bunda Tanah Melayu. Usulan ini dikarenakan Kabupaten Lingga yang tidak dapat terpisahkan dari sejarah sebagai daerah penghasil timah dan pernah memberikan pemasukan besar bagi perekonomian daerah dan nasional.

“Ini sebagai bentuk menjaga dan melestarikan cagar budaya sebagai bagian tugas Dinas Kebudayaan yang tertuang dalam UU nomor 11 tahun 2010 tentang cagar budaya,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga, M Ishak, Rabu (1/8) pagi.

Ishak mengatakan, pihaknya bersama Kepala Dinas PU dan beberapa Kepala Bidang di lingkungan Pemkab Lingga telah melakukan kunjungan ke PT Timah yang berada di Pangkal Pinang untuk membicarakan bantuan pendirian museum timah di Dabo Singkep.

Menurutnya, Dabo berhak mendapatkan museum timah selain sebagai bentuk penghargaan kepada daerah yang pernah memberikan sumbangsih besar bagi negara ini. Juga menjadikan pelajaran bagi generasi penerus untuk mengetahui kebudayaan masyarakat Bunda Tanah Melayu tentang daerah dan kebudayaan mereka terkait tambang.

Saat ini, Dinas Kebudayaan baru mengelola museum Linggam Cahaya yang belum lengkap koleksi peninggalan masa lampau, namun sudah menjadi destinasi wisata bagi masyarakat Melayu saat ini.

Selain itu, pihaknya menggelar kegiatan seminar pelestarian cagar budaya di Dabo Singkep, Selasa (31/7). Seminar ini diikuti oleh unsur pemerintah, Kades dan Lurah di lingkungan Kecamatan Singkep, Ketua LAM Kecamatan, Tomas, pelajar, dan penggiat seni.

Dinas Kebudayaan mengundang pembicara dari Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Batusangkar Dr Abdul Malik, Dr Osep dari Universitas Umrah dan Kepala Dinas Kebudayaan M Ishak. “Tujuannya agar dapat menularkan kecintaan kepada Kebudayaan dan dapat melestarikan seluruh cagar budaya yang ada,” kata Ishak. (wsa)