Rabu, 29 April 2026

RoW Jalan Marak Dijadikan Gudang Material Bangunan

Berita Terkait


Pekerja memuat pasir di lahan hijau jalan Brigjen Katamso, Tanjunguncang, Batuaji, Kamis (12/7). Pasir serta bahan material lainnya diletakkan oleh pemilik toko bangunan di lahan hijau tersebut. Padahal pihak Kecamatan, Satpol PP dan dinas terkait sudah melarangnya, tetapi tidak dihiraukan oleh pemiliknya.
F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Pemanfaatan lahan penghijauan untuk kepentingan usaha perorangan atau kelompok semakin marak di Batuaji. Tidak saja dipakai untuk tempat usaha seperti pujasera atau kios liar, namun row jalan juga dipergunakan sebagai gudang material bagi toko bangunan yang berada di pinggir jalan.

Pantauan di lapangan lokasi row jalan yang di belakangnya ada deretan ruko ataupun toko nyaris tak ada yang kosong lagi. Semuanya dipergunakan untuk kepentingan usaha pemilik ruko atau toko tersebut. Yang paling dominan umumnya dijadikan gudang untuk menimbun pasir, batubata, kayu dan lain sebagainya sehingga row jalan berubah fungsi jadi lokasi gudang.

Seperti yang diterlihat di sepanjang pinggir jalan depan pasar Fanindo hingga ruko perumahan Taman Carina, kelurahan Tanjunguncang Batuaji. Berbagai material bangunan berderet di sepanjang row jalan.

Begitu juga dengan row jalan depan ruko waheng center selain pujasera dan kios liar, juga marak diijadikan gudang metarial serupa.

Ini disayangkan masyarakat pada umumnya sebab bangunan liar hingga gudang material bangunan ini merusak estetika kota. Tidak itu saja, wilayah Batuaji yang berpenduduk padat saat ini juga krisis lahan penghijauan dan taman bagi masyarakat untuk bersantai. Masyarakat berharap agar instansi pemerintah terkait segera mengembalikan fungai row jalan sebagai lokasin penghijauan atau taman.

“Susah nyari taman untuk santai, padahal lokasi penghijauan banyak. Ini harus segera ditindak sehingga fungai row jalan untuk taman segera dikembalikan,” harap Candra Irawan, warga Tanjunguncang, Rabu (1/8).

Camat Batuaji Ridwan sebelumnya mengakui adanya persoalan itu. Namun itu belum bisa ditindak sebab harus ada koordinasi dengan Pemko Batam melalui tim terpadu. (eja)

Update