Seorang siswa SMPN 1 Bunguran Timur menutup wajahnya saat di imunisasi, Rabu (1/8). F. Aulia Rahman/batampos.co.id

batampos.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Natuna serentak melakukan imunisasi terhadap siswa di 10 sekolah, Rabu (1/8). Imunisasi ini berupa suntikan vaksin untuk mencegah penyakit campak dan rubella.

Iklan

Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti menghadiri kampanye campak dan rubella di SMPN 1 Bunguran. Meski pemberian vaksin sempat diminta ditunda MUI Kepri, pemerintah tetap melanjutkan pemberian vaksin secara massal.

Di Natuna ditargetkan 23 ribu lebih anak akan diberikan vaksin campak dan rubella hingga September mendatang. ”Pemerintah daerah tentunya berkeinginan seluruh generasi anak Natuna bisa terbebas dari penyakit campak dan rubella ini. Kampanye ini tujuannya memutus mata rantai penyakit tersebut, agar tidak menyebar luas,” kata Ngesti di sela memimpin apel di SMPN 1 Bunguran Timur.

Di kesempatan tersebut Ngesti meminta kepada seluruh pihak untuk bersama-sama mengkampanyekan serta mensosialisasikan pemberian vaksin campak dan rubella.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Natuna Rizal Rinaldi mengatakan, sasaran pemberian vaksin campak dan MR untuk anak mulai dari 9 bulan sampai 15 tahun. Berdasarkan hasil evaluasi dan penelitian dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes), anak usia tersebut sering terjangkit.

”Selain anak-anak, ibu-ibu hamil juga mudah terjangkit, namun tidak bisa memberikan vaksin tersebut kepada ibu hamil, karena sangat rentan dengan kondisi bayi dalam kandungan. Makanya kita kampanyekan vaksin ini kepada balita umur 9 bulan sampai anak umur 15 tahun,” paparnya.

Tambahnya, untuk di wilayah Kabupaten Natuna sesuai dengan data yang dikirim ada sekitar 23 ribu balita dan anak yang akan diberikan vaksin tersebut.
”Kita sudah meminta kepada kementerian untuk penyediaan vaksin tersebut. Untuk satu vial bisa diberikan kepada 8 orang. Alhamdulillah untuk di Kabupaten Natuna vaksin itu bisa tercukupi,” jelasnya.

Pelaksanaan pemberian vaksin ini bisa dilakukan di setiap puskesmas maupun pustu yang ada di wilayah masing-masing. Dan pemberian vaksin ini juga dilaksanakan selama dua bulan lebih. Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Pemkab Natuna Hikmat Aliansyah menambahkan, pemberian vaksin serentak di 10 Kecamatan di Natuna.

”Sejauh ini pemberian vaksin tetap lanjut diberikan, karena belum ada arahan dari Presiden maupun Kementerian Kesehatan untuk menunda, setelah permintaan MUI Kepri,” kata Hikmat. (arn)