Sejumlah murid SD 001 Sagulung Batuaji berbaris saat mengikuti imunisasi vaksin rubela pada a cara pencanangan kampanye imunisasi Measles dan Rubella tahap II di kepulauan Riau, Rabu (1/8). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Meskipun banyaknya penolakan dari orangtua siswa. Dinas Kesehatan Kota Batam tetap menjalankan pemberian vaksin Measles dan Rubella (MR) kepada siswa yang ada di sekolah.

“Alhamdulillah tetap berjalan hari di hari kedua ini,” kata Kepala Dinkes Batam, Didi Kusmarjadi, Kamis (2/8).

Ia menjelaskan untuk kasus rubella, di Batam ada ditemukan pada ibu hamil yang menyebabkan anaknya gugur bahkan mengalami cacat seperti tuli hingga kelainan jantung.

Rubela terlihat sepertu campak lainnya, hanya saja dampak yang ditimbulkan lebih berbahaya dari campak pada umumnya. Untuk itu, pemerintah berusaha mengeliminir penyakit ini sedini mungkin.

“Makanya kami berikan vaksin ini kepada mereka yang berusia 9 bulan hingga 15 tahun,” sebutnya.

Dari target yang diberikan pemerintah pusat yakni sebanyak 381.654 hari pertama Batam berhasil memberikan vaskin kepada 17.844 anak atau baru 4 persen dari target yang diberikan. Tim dari puskesmas berusaha mencapai target yang diberikan dengan terus mendatangi sekolah-sekolah.

“Ya tidak semua juga yang menolak. Rata-rata orangtua membuka diri dan mau anaknya divaksin. Sebab inikan bentuk pencegahan bukan yang berakibat fatal bagi kesehatan anak mereka,” jelasnya.

Besarnya dampak yang ditimbulkan, lanjutnya pemberian vaksin merupakan usaha pemerintah dalam menekan dampak dari rubela seperi kecacatan.

“Mungkin dampaknya tak terlihat sekarang. Namun beberapa tahun ke depan mereka akan tahu efek dari vaksin ini,” imbuhnya.

Ia mengimbau kepada orangtua untuk bisa mengizinkan anaknya divaksin. Sosialisasi juga telah dilakukan bersama Dinas Pendidikan Kota Batam sebagai leading sektor dari usia yang menjadi sasaran vaksin MR.(yui)