batampos.co.id – Puluhan sopir taksi konvensional mendatangi Kantor Grab di kompleks Ruko Ekualita Blok J nomor 1 Jalan Pasir Putih, Batamkota. Mereka tidak terima karena salah satu sopir grab mengambil penumpang di kawasan Batamcenter, Jumat (3/8) sore.

Dalam kejadian itu, sopir taksi Grab tersebut membawa dua penumpang Warga Negara Asing asal Srilanka yang tengah berlibur di Batam. Awalnya mereka memesan taksi Grab melalui aplikasi di ponsel mereka dengan tujuan Nagoya sekitar pukul 14.00 WIB.

“Dalam lima menit kemudian, mereka dijemput sama sopirnya untuk ke Nagoya. Waktu order, mereka tidak sadar kalau ada yang mengikuti dari belakang,” kata salah satu penumpang, Nalin melalui seorang penerjemah di Kantor Grab.

Setelah naik ke dalam mobil, dua taksi konvensional berwarna putih dan hitam hendak memberhentikan mobil yang mereka tumpangi. Namun, pengejaran itu tidak membuahkan hasil karena sopir taksi Grab tersebut mengarahkan mobilnya ke kantornya yang berada di kompleks Ruko Ekualita, Pasir Putih.

“Dia takut, bingung dan khawatir dengan kejadian ini. Dia sudah memakai lama aplikasi Grab dan sudah lama mengguna aplikasi Grab,” lanjutnya.

Atas kejadian tersebut, puluhan sopir taksi konvensional berkumpul di depan kantor Grab tersebut dan mengakibatkan arus lalu lintas dari bundaran madani ke Ocarina terganggu. Untuk menghindari adanya bentrok antar dua kubu, polisi berpakaian sipil maupun berseragam mendatangi kantor Grab.

“Sopir sama mobilnya sudah dibawa ke Polresta Barelang untuk diselesaikan. Sekarang mereka (taksi pangkalan, red) lagi jalan ke Polresta Barelang,” ujar salah seorang sopir Grab yang enggan menyebutkan namanya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polresta Barelang Kompol I Putu Bayu Pati mengatakan, sopir taksi Grab yang mengambil penumpang itu telah diberikan sanksi tilang. Sementara, beberapa sopir taksi konvensional yang mendatangi Polresta Barelang hanya untuk memastikan sopir tersebut diberikan tindakan tilang.

“Terhadap sopir taksi online itu sudah kita lakukan tindakan tilang seperti biasanya. Sementara untuk mobilnya kita serah kepada Dishub Batam yang mempunyai wewenang,” ujarnya singkat. (gie)