Siswa SMPN 5 Pulau Buluh turun dari boat pancung di pelabuhan Sagulung, Senin (30/7). Biarpun sekolah antar pulau anak-anak ini tetap semangat biarpun menyebarangi lautan menggunkan boat pancung. F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah Kota Batam belum maksimal menyediakan transportasi bagi pelajar di hinterland. Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengakui kondisi tersebut, ia mengatakan pemenuhan transportasi bagi pelajar hinterland akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.

“Kami akan adakan bertahap. Saya ingin sampaikan, ini semua tergantung keuangan,” kata Rudi.

Tuntutan agar pemerintah mempersiapkan sarana transportasi yang cukup bagi pelajar disampaikan dalam Silaturahmi Wali Kota Batam bersama masyarakat Bulang, Jumat (3/8).

Sejatinya, transportasi kapal bagi pelajar sudah tersedia di tiga kecamatan hinterland. Baik di Kecamatan Bulang, Galang, maupun Belakangpadang sudah ada kapal yang khusus melayani pelajar antar pulau. Namun jumlahnya diakui belum penuhi maksimal kebutuhan.

“Kita mau ada penambahan, tapi uangnya terbatas juga. Masalahnya untuk kapal ini kan arah tujuan sekolahnya beda-beda. Sehingga cost-nya (biayanya) besar. Jadi sambil dipelajari mana yang prioritas, harus kita dulukan,” sebut dia.

Selain angkutan laut, Pemko Batam juga menyediakan transportasi darat bagi pelajar di pulau yang terhubung dengan pulau utama (mainland) melalui jembatan Barelang. Pelajar di kawasan Rempang dan Galang ini mendapat fasilitas bus untuk sampai ke sekolahnya.

“Transportasi daratnya di Galang itu juga ada. Penambahan transportasi darat sudah kita usulkan ke pusat. Mudah-mudahan dapat 10 bus lagi,” tuturnya.

Rudi juga mengatakan bahwa ia bersama dengan Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad telah menganggarkan beasiswa ke sejumlah perguruan tinggi ternama di Indonesia.

¡°Biaya pendidikannya ditanggung Pemko sampai selesai. Pendidikan anak pulau jangan sampai tertinggal. Ke depan anak-anak pulau harus setara dengan anak-anak yang ada di kota,¡± tutupnya. (iza)