Pj Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza dan Kabag Kesra, Riwayat foto bersama usai pemberian sertifikat guru TPQ se-Kota Tanjungpinang di aula SMKN 1 Tanjungpinang, Rabu (25/7) lalu. F. Kesra Pemko Tanjungpinang untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Sebanyak 257 dari 300 orang guru Taman Pendidikan Quran (TPQ) se-Kota Tanjungpinang yang mengikuti uji kompetensi dinyatakan lulus. Me-reka berhak mendapatkan sertifikat yang diserahkan langsung Penjabat (Pj) Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza di aula SMKN 1 Tanjungpinang, Rabu (25/7) lalu.

Raja Ariza berpesan agar seluruh guru TPQ di Kota Tanjungpinang tidak hanya mengajar otak dan kecerdasan saja. Tetapi yang paling penting, mendidik perilaku dan etika. ”Dalam proses pendidikan itu ada dua hal yang harus dilakukan. Pertama, ilmu pengetahuan dan yang kedua yang paling penting mendidik perilaku dan etika pada anak,” ujar Ariza.

Melalui sertifikasi ini, lanjut Ariza, selain melihat kemampuan guru, juga untuk memenuhi ketentuan pemerintah yang mengatur setiap guru harus memiliki kemampuan dasar. ”Dengan sertifikasi inilah, kita bisa melihat sejauh mana kemampuan dasar guru-guru TPQ. Mereka harus bisa mengajarkan bagaimana cara membaca Alquran dengan baik dan benar,” ungkapnya.

Ariza berharap, ke depan akan banyak lahir generasi muda yang Qurani. Sehingga, dengan menguasai Alquran dapat menjadi tameng menghadapi perkembangan zaman yang serba modern ini.

Kabag Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota Tanjungpinang, Riwayat mengatakan setiap murid dalam memahami bacaan dan gerakan salat harus sesuai dengan ilmu syariat. ”Karena kita melihat banyak anak-anak lulusan TPQ yang hanya sekadar bisa membaca. Tapi aturan bacaan dan ilmu tajwidnya masih dangkal,” ungkapnya.

Selain itu, guru juga harus memberikan hafalan surat-surat pendek dan doa-doa harian. Tujuannya, membiasakan anak didik berdoa sebelum beraktivitas.

Di tempat yang sama, ketua tim penguji sertifikasi guru TPQ tingkat Kota Tanjungpinang, Imam Subekti menjelaskan jumlah peserta sebanyak 300 orang yang berasal dari 4 kecamatan. Yakni, Kecamatan Bukit Bestari, Tanjungpinang Timur, Tanjungpinang Barat, dan Kecamatan Tanjungpinang Kota. ”Dari jumlah total 857 guru, masih ada sekitar 300 orang lagi yang dipersiapkan untuk tahun depan,” ujarnya.

Tim penguji berjumlah tujuh orang dan bekerja selama 3 hari dari tanggal 25-27 Juli 2018. Materi yang diuji adalah kemampuan guru dalam menulis, membaca, dan mengartikan Alquran dengan baik dan benar. ”Dalam penilaian ada beberapa klasifikasi. Bagi yang memiliki kemampuan lebih akan mendapatkan nilai A. Nilai sedang B, yang kurang kita beri C. Sedangkan nilai D tidak lulus,” pungkasnya.(cca)