Salah seorang siswi di Kabupaten Natuna tengah diimunisasi MR oleh petugas kesehatan. Pemkab Natuna akhirnya menunda pemberian imunisasi ini kepada anak-anak sambil menunggu sertifikat halal. F. Aulia Rahman/batampos.co.id

batampos.co.id – Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti mengatakan, Pemda Natuna ikut menunda kampanye sosialisasi pemberian imunisasi secara massal di Kabupaten Natuna.

Ini setelah pemkab mempertimbangkan imbauan yang disampaikan MUI. Apalagi Menkes usai bertemu MUI pusat juga sudah mengumumkan penundaan vaksin MR untuk anak-anak muslim hingga vaksin mendapat serti-fikasi halal.

”Kita tunggu dulu fatwa MUI dan keputusan Menkes, kapan imunisasi massal ini dilanjutkan,” ujar Ngesti, Minggu (5/8).

Semenara Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Natuna Rizal Rinaldy mengatakan, pihaknya sudah mengeluarkan surat edaran kepada puskemas di Natuna untuk menunda pelaksanaan pemberian imunisasi campak dan rubella.Ngesti membenarkan penundaan ini menindaklanjuti hasil pertemuan antara MUI Pusat, Kemenkes RI, dan PT Biofarma selaku pengimpor vaksin MR serta konsultasi dan arahan bupati.

”Puskesmas sudah diberikan edaran menunda pemberian vaksinasi kepada anak, sampai berbatas waktu,” katanya.

Sebelumnya pemberian vaksinasi campak dan rubella sudah dilaksanakan di wilayah Ranai. Tercatat sudah 700 siswa SMP dan beberapa sekolah di kecamatan yang sudah divaksinasi. (arn)

Advertisement
loading...