Ernila Sari memberi susu bubuk anaknya, Gilang Andika (2) yang berkepala dua di Rusun Mukakuning Blog G, Mukakuning, Seibeduk, Jumat (13/7). Ernila Sari butuh biaya berobat saat ini karena harus dioperasi. F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Gilang Andika, 3 bulan, putera ketiga dari pasangan Mustafa dan Erlina Sari yang lahir dengan dua kepala yang berdempetan atau kembar siam tengah dirawat di Rumah Sakit Awal Bros, Batam. Orangtua, Gilang, Erlina Sari mengatakan Gilang sudah dirawat empat hari menggunakan kartu jaminan BPJS. “Dibawa ke sini (RSAB, red) hari Jumat,” ujar Erlina saat dihubungi, Senin (6/8).

Dia mengatakan sejauh ini, Gilang sebatas mendapatkan perawatan untuk cairan pada rongga otak yang menyebabkan kepalanya membasar. Sementara terkait jadwal operasi pemisahan, ia dan pihak RSAB masih menunggu dokter dari Bandung.

“Belum tahu. Kami masih nunggu dokternya,” kata Erlina.

Demikian juga untuk masalah biaya operasi, Erlina belum bisa memastikan berapa besarannya dan apakah biaya tersebut ditanggung BPJS atau biaya sendiri.

“Itulah kami juga belum tahu, masih menunggu,” jelasnya.

Saat ini, lanjut Erlina, kondisi Gilang masih cukup baik sebab masih bisa minum susu formula yang disalurkan melalui alat bantu selang. Namun demikian tetap ada persoalan dengan kondisi kelainan fisiknya itu seperti; tidak bisa bergerak normal layaknya bayi normal lainya. Itu karena dia memiliki bentuk kepala yang lebih besar dengan dua wajah yang menyatuh. Dia memiliki dua mulut, dua hidung dan empat mata.

“Beratnya sudah naik ke empat kilo sekarang,” katanya.

Sebelumnya bayi mungil ini hanya bisa menjalani perawatan seadanya di rumah kediaman orangtuanya di rusunawa Pemko Batam blok G1 lantai 3 nomor 5, Seibeduk. (une)