Penambang pasir ilegal masih beraktifitas mengambil pasir menggunakan mesin dompeng cara disedot lalu memasukkan ke dalam lori di Tembesi, Sagulung, Senin (6/8). Padahal tim terpadu sudah merazia tetap saja para penambang pasir ilegal ini nekat mengambil pasir. Seperti ini harus ada ketegasan dari pemerintah. Ini akibat ada kelonggaran dan tidak ketegasan mangkanya penambang ini nekat mengambil pasir yang merusak lingkungan dan Dam Tembesi. F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Pelaku tambang pasir darat kembali melakukan aktifitas tambang pasir di lokasi tangkapan air Tembesi, Sagulung. Upaya penertiban dari Direktorat Pengamanan Badan Pengusahaan (Ditpam BP) Batam selama ini tidak berdampak apapun. Pelaku tambang pasir sepertinya tak gentar sehingga terus melanjutkan aktifitas illegal tersebut.

Di lokasi tambang pasir bahkan kian bertambah banyak paskapenertiban terakhir yang dilakukan, Senin (23/7) lalu. Selain di lokasi tambang dekat Vihara, lokasi tambang pasir lain juga bermunculan di lahan perbukitan dekat jalan raya Trans Barelang. Ada dua lokasi tambang pasir baru yang berderet di jalan masuk yang sama. Lokasi tambang pasir baru itu lebih dekat dengan jalan raya sebab berjarak hanya sekitar 200 meter dari jalan raya Trans Barelang.

Suara bising mesin penyedot pasir langsung terdengar saat Batam Pos memasuki jalan tanah ke lokasi tambang pasir tersebut. Sejumlah truk pengangkut pasir hilir mudik di sepanjang jalan masuk tersebut. Lokasi tambang pasir dekat Vihara yang sebelum disegel oleh petugas Ditpam juga kembali beraktifitas seperti biasa. Dua mesin penyedot dan sejumlah truk sibuk mengankut paksir dari lokasi tambang. Sejumlag pekerja yang dijumpai Batam Pos tampak ceuk dan tak mau tahu. Mereka enggan memberi komentar dan fokus dengan pekerjaan masing-masing.

Syamsudin, warga yang bekerja di salah satu gudang scrab dengan lokasi tambang pasir menuturkan, aktifitas tambang pasir tersebut sudah lama berlangsung. Penertiban-penertiban yang dilakukan selama ini memang tak menghalangi kegiatan para pelaku tambang pasir tadi.

“Nggak ada stop selama ini. Setiap hari kerja terus kok mereka termasuk hari Minggu atau hari libur,” ujar Syamsudin.

Imbas dari aktifitas tambang pasir itu lingkungan sekitar dam Tembesi jadi rusak. Lokasi dam terancam dangkal sebab tertimbun tanah limbah dari aktifitas tambang pasir tadi. Tidak itu saja kawasan perbukitan yang semula hijau kini tandus dan tak berbentuk. Bukit jadi curam dan gersang.

Camat Sagulung Reza Khadafi sebelumnya mengakui dampak dari aktifitas tambang pasir illegal itu sangat buruk bagi lingkungan sekitar. Dia mengecam keras aktifitas tambang pasir tersebut.

Berbagai upaya sudah dilakukan pihak kecamatan agar tambang pasir tersebut tidak lagi berlanjut namun, pelaku tambang pasir sepertinya keras kepala. Reza berharap agar Ditpam BP Batam kembali mengambil tindakan yang tegas sehingga tak ada lagi aktifitas tambang tersebut. (eja)