Mahasiswa Trisakti fakultas Kedokteran memeriksa gigi siswa MTsN 1 Batam pada acara penyuluhan dan pengobatan gigi dan mulut Gratais di Sekloah MTsN 1 Batam Di Bengkong, Senin (6/8). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Berdasarkan hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas) nasional 2013, angka penderita karies gigi rata-rata di Batam adalah 4,9 persen, yang berarti lima dari 32 gigi diantaranya bermasalah.

Menurut Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti (FKG Usakti), Prof.Dr.drg Tri Erri Astoeti, tingginya rata-rata kerusakan gigi tersebut disebabkan kurangnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat akan pentingnya pemeliharaan gigi dan mulut. Selain itu, jumlah dokter gigi di Kepri terbilang minim, hanya tercatat 177 orang.

Keprihatinan inilah yang mendasari Badan Eksekutif Mahasiswa biro III FKG Usakti menggelar kegiatan rutin tahunannya dalam bentuk kegiatan pengenalan lapangan (KPL) di beberapa SD dan SMP di Bengkong, mulai 6-8 Agustus 2018. Kegiatan tersebut digelar bersama pasta gigi Formula (OT Group) yang juga memiliki program edukasi kesehatan gigi bertajuk, ‘Formula untuk Indonesia’.

Ketua pelaksana dari FKG Usakti, Howis Josephine mengatakan, dalam bentuk kepedulian ini, pihaknya melakukan penyuluhan, pemeriksaan dan pengobatan untuk masalah gigi, yang terbuka bagi masyarakan umum, siswa SD dan SMP di Batam.

“Kami datang bersama 95 mahasiswa FKG, 15 dosen dan dokter spesialis, serta 45 kepanitiaan yang juga merupakan PDGI Calon Pengwil Kepri dan Alumni FKG Usakti di Kepri,” terang Howis, seusai pembukaan kegiatan oleh Wali Kota Batam dan Dekan FKG Usakti, di MTS N 1 Batam, Bengkong, Senin (6/8).

Ia menjelaskan, pihaknya menargetkan 3.500 peserta yang dapat menerima edukasi sekaligus pengobatan terhadap pasien gigi di Batam. “Ada empat SD dan dua SMP yang menjadi tempat pelaksanaan kegiatan, dimulai dari pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB,” sebutnya.

Pihaknya berharap, wujud kepedulian yang dilakukan FKG Usakti dapat membantu program pemerintah khususnya dalam meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut khususnya bagi masyarakat Batam.

“Mari tersenyum bersama dengan kesehatan mulut yang tetap terjaga,” ungkap Howis. (nji)