batampos.co.id – Aktifitas proyek pematangan lahan dekat kantor lurah Kibing dihentikan oleh masyarakat karena dianggap berdampak bagi lingkungan sekitar. Masyarakat melarang proyek tersebut melanjutkan aktifitas mereka sebelum ada kepastian dari aparat pemerintah terkait.
Penghentian ini sudah dilakukan sejak sepekan belakangan ini sehingga pekerja di lapangan tak lagi bisa melanjutkan pekerja mereka. Pekerja proyek juga melakukan aksi protes serupa ke kantor camat Batuaji, Senin (6/8) sore. Mereka tidak terima dengan penghentian karena dianggap menghilangkan lapangan pekerjaan mereka.
“Sudah hampir seminggu kami tak kerja. Mau kasih makan apa keluarga kami. Janji hari ini bisa kerja tapi tak ada juga arahan dari pihak kelurahan,” kata Aston Hutapea perwakilan dari pekerja.
Terkait perizinan dan segalah sesuatu kata Aston diakui pihak proyek lengkap. Namun masyarakat setempat tetap menolak dengan alasan takut pemukiman mereka kebanjiran nantinya. Padahal penimbunan di lokasi proyel sudah sesuai dengan perizinan yang ada. “Kami bekerja bukan tidak taat hukum, kami taat hukum semua legalitas kami lengkap,”kata Aston.
Terkait keluhan warga atas persoalan banjir bukan karena aktifitas proyek mereka melainkan lokasi perumahan yang lebih rendah.
Sebelumnya, warga Tembesi kelurahan Kibing menghentikan aktifitas proyek pematangan lahan di dekat kantor lurah Kibing. Warga kuatir proyek itu memperburuk lingkungan sekitar akan bahaya banjir. Penimbunan lahan yang lebih tinggi dari pemukiman warga dikuatirkan akan menyebabkam banjir bagi rumah-rumah yang berada didataran lebih rendah. Warga juga tak terima jika proyek pematangan lahan itu mempersempit dan menutup drainase di pemukiman mereka.
Camat Batuaji Ridwan saat dikonfirmasi mengaku akan segera mempertemukan masyarakat dan pihak proyek. Selain itu pihaknya juga akan berkoordinasi dengan instansi pemerintah terkait untuk melihat perizinan dari proyek pematangan lahan itu.
“Kami juga akan lihat nanti kalau pihak perusahaan sudah miliki legalitas maka tidak mungkin dihentikan. Dalam waktu dekat ini kita akan lakukan pertemuan,”kata Ridwan.(eja)
