Deretan ruko di Jalan Ganet menuju Bandara Raja Haji Fisabilillah, Tanjungpinang. F. Yusnadi/batampos.co.id

batampos.co.id – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Tanjungpinang, Bobby Jayanto menyebut saat ini ada 3.800 unit rumah toko (ruko) di Tanjungpinang yang kosong atau belum ada aktivitas ekonomi. Ruko-ruko itu bahkan tak berpenghuni dan tak laku dijual.

Iklan

“Mereka enggan beli karena tidak ada peluang usaha di sana. Kalau pun ada, marketnya kecil. Stabilitas keamanan dan lingkungan juga belum terjamin,” ungkap Bobby, Selasa (7/8).

Fakta temuan Kadin Tanjungpinang ini, kata Bobby, perlu ditindaklanjuti Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang guna mencari jalan keluarnya. Menurutnya, Pemko Tanjungpinang harus bisa memberikan sentuhan atau rangsangan agar ekonomi Tanjungpinang bergairah.

Bisa jadi, semacam kebijakan pro investasi demi mengembalikan kepercayaan para pemodal untuk membangun dan membuka usaha. Bahkan, bukan hanya Pemko Tanjungpinang, Bobby juga berharap Pemprov Kepri melakukan langkah serupa untuk menggairahkan ekonomi Tanjungpinang yang notabene ibu kota Provinsi Kepri. Termasuk mengembalikan daya ekonomi di pusat perbelanjaan di kawasan Kota Lama.

“Di sana lebih banyak lagi ruko yang tutup daripada yang buka. Padahal dulu, Jalan Merdeka itu seumpama Thamrin di Jakarta atau Orchard Road di Singapura,” tutur Bobby.

Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan, Penelitian, dan Pembangunan Pemko Tanjungpinang, Surjadi menerima masukan tersebut dan akan dimasukkan dalam pembahasan pada penyusunan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2018-2023.

“Kalau harus menanggapi sekarang, ya tentu belum bisa. Kebijakannya seperti apa, nanti akan dibahas dulu. Kami menerima masukan tersebut dan berjanji akan mencari jalan keluarnya,” ujar Surjadi.

Dalam pembahasan penyusunan RPJMD 2018-2023, sambung Surjadi, Pemko akan memerhatikan masukan-masukan dari segala pihak, khususnya pengusaha.
Hal ini menjadi penting mengingat swasta punya andil besar membangun daerah.

“Swasta yang akan menjadi mitra pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Jadi masukan dan saran dari mereka kami terima untuk nanti dibahas bersama-sama,” pungkasnya.(aya)