Seorang pekerja memberikan makanan rumput ke sapi hewan ternak yang akan dijual. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Batam menurunkan tim untuk memantau jalannya pemotongan hewan di sejumlah lokasi. Monitoring ini dilakukan untuk memastikan hewan kurban sehat dan aman dikonsumsi.

Kepala DKKP Kota Batam, Mardanis mengatakan ada lima dokter hewan nantinya yang akan bertugas memantau kondisi hewan selama proses pemotongan. Pemantauan ini akan dilakukan dilokasi prioritas dan jumlah hewan kurban cukup banyak seperti di Masjid Raya, Polda, Masjid Baitul Syakur, dan beberapa lokasi lainnya.

“Kita utamakan lokasi yang paling banyak melakukan pemotongan hewan,” kata dia, Selasa (7/8).

Berdasarkan data yang diperoleh jumlah hewan kurban tidak jauh dari tahun sebelumnya. Ia memperkirakan terdapat 900-1500 hewan kurban yang akan dipotong tahun ini yang terdiri dari kambing maupun sapi.

Mengingat terbatasnya tim yang ada, proses monitoring hanya dilakukan tempat-tempat paling banyak hewan kurban. Saat pemotongan berlangsung, tim yang terdiri dari dokter hewan ini akan memastikan hewan tersebut sehat dan layak dikonsumsi.

“Kita memastikan tak ada ditemukan cacing hati atau yang lainnya. Intinya kami ingin daging itu aman karena akan dikonsumsi orang banyak,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Batam, Erizal mengatakan untuk pemotongan hewan kurban, pihaknya telah membentuk tim guna mensosialisasikan tata cara memotong hewan.

“Rata-rata ustad, imam masjid atau pengurus yang kami berikan pengarahan,” kata dia.

Hingga saat ini tim masih terus melakukan sosialisasi dari masjid ke masjid guna persiapan Idul Adha nanti yang tinggal menghitung hari. “Kami berharap ibadah kurban tahun ini lebih banyak lagi yang ikut dari tahun sebelumnya,” tutupnya.(yui)