Petugas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam mengeruk tanah dan sampah yang membuat dangkal di drainase. F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Pekerja dari Dinas Bina Marga Kota Batam kembali melanjutkan proyek normalisasi drainase di Sagulung. Targetnya seluruh drainae induk harus berfungsi normal hinggal ke hilir sungai.

Camat Sagulung Reza Khadafi menuturkan, normalisasi tersebut dilakukan secara bertahap dan saat ini masih fokus pada drainase induk yang membentang dari simpang Puteri Hijau hingga ke sungai Seilangkai.

“Beberapa titik (drainase induk) sudah dikerjakan cuman belum sampai ke hilir sungai. Inilah dilanjutkan sampai ke sungai rencananya,” ujar Reza, Selasa (7/8).

Ini merupakan upaya Pemko Batam untuk mengatasi persoalan banjir baik di Sagulung ataupun di Batuaji.

“Separuh wilayah Batuaji seperti kelurahan Buliang dan Kibing air ngalirnya ke Sagulung. Kalau hanya di Batuaji saja yang di kerjakan tentu tak efektif makanya ini harus tuntas sampai ke hilir sungai sana,” tutur Reza.

Pengerjaan drainase ini menggunakan alat berat khusus yang alat pengeruknya lebih panjang sebab drainase induk cukup lebar dan dalam. Selama ini drainase induk cukup bermasalah sebab tertimbun sampah dan tanah. Semak belukar juga memperburuk kondisi drainase. Air yang mengalir dari pemukiman warga jadi tak lancar sehingga meluap ke jalan ataupun pemukiman warga.

“Pengerjaan secara bertahap karena sistem drainase di sini cukup rumit sehingga butuh kajian teknis dulu. Masalah air pasang juga harus diperhitungkan secara matang,” tutur Reza.

Kepada masyarakat umum Reza berharap agar mendukung penuh upaya pemerintah mengatasi persoalan banjir ini dengan tidak membuang sampah ke dalam saluram drainase atau sungai.

“Kebiasaan ini harus dirubah. Pemerintah sudah memperhatikan persoalan kita, kita juga harus merawat dan menjaganya. Ini demi kebaikan kita bersama,” imbau Reza.

Masyarakat Sagulung menyambut baik proyek normalisasi drainase itu. Warga berharap agar proyek tersebut dikerjakan sampai tuntas sehingga tak ada lagi jalan ataupun pemukiman yang terendam banjir saat hujan.

“Bila perlu sampai sememisasi juga pak. Karena kalau sekedar gali saja nanti tersumbat lagi,” harap Herman warga Puteri Hijau, Sagulung. (eja)