Tim Terpadu Gabungan saat melakukan sidak ke beberapa pangkalan gas di Kecamatan Toapaya dan Gunung Kijang, Rabu (8/8) siang. F. Slamet Nofasusanto/batampos.co.id

batampos.co.id – Banyak pangkalan gas bersubsidi yang bandel di Bintan. Mereka menjual gas kemasan 3 kilogram (kg) atau gas melon di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Hal ini terungkap saat Tim Terpadu Gabungan dari Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP), Polres Bintan, dan Himpunan Wiraswasta Nasional (Hiswana) Migas melakukan sidak ke beberapa pangkalan gas di Kecamatan Toapaya dan Gunung Kijang, Bintan, Rabu (8/8) siang.

Sebagaimana ditetapkan, besaran HET gas melon di Kabupaten Bintan dibagi sesuai wilayah. Wilayah Bintan Utara Rp 14 ribu, wilayah Bintan tengah meliputi Teluk Bintan, Toapaya, Gunung Kijang HET-nya Rp 14.500. Kemudian wilayah Bintan Timur Rp 15 ribu.

Pantauan di lapangan, saat sidak di Toko Artomoto di Kampung Rawa Bangun Kilometer 16 RT 011 RW 003 di Kecamatan Toapaya gas melon dijual seusai HET Rp 14.500 per tabung. Namun saat melakukan sidak di Pangkalan Kristian Adinata yang sama-sama di Kampung Rawa Bangun RT 011 RW 003, HET asli tertutup lakban. Di pangkalan tersebut HET tertulis Rp 16.000.

Hasni, pemilik pangkalan terlihat panik dan gugup saat ditanya Tim Terpadu Gabungan. Hanya, dia berjanji akan menjual sesuai HET. Kemudian, tim mendatangi pedagang lain, salah satunya Nurhaeti di Jalan Gesek Kilometer 18 RT 012 RW 004.

Operational Manager PT Kharisma Petro Gemilang, Rahim yang merupakan agen gas 3 kg mengatakan, sebelumnya pihaknya telah mengingatkan pangkalan agar menjual sesuai HET. Dengan ditemukannya pangkalan yang menjual di atas HET, pihaknya akan menskors pangkalan tersebut.

”Skorsing bisa dua sampai tiga pekan. Kita lihat apakah mereka berubah atau tidak. Jika tidak, bisa saja agen melakukan PHU (Pemutusan Hubungan Usaha),” jelasnya.

Sementara itu, pengurus Hiswana Migas Kepri, Erwin usai sidak membenarkan pangkalan yang bandel bisa dikenakan sanksi berat PHU. Dikatakannya, sebenarnya pangkalan sudah mendapat untung jika menjual sesuai HET. Setiap tabung gas yang dijual pangkalan bisa meraup untung Rp 1.750.

Kepala DKUPP Kabupaten Bintan, Dian Nusa menambah-kan sidak ini dimaksudkan untuk memonitor harga gas 3 kg di sejumlah pangkalan supaya harga pangkalan tidak lebih mahal.

”Saat ini kita minta mereka mentaati harga yang sudah ditetapkan,” katanya.
Selain mengingatkan pangkalan gas, ia meminta kepada pangkalan supaya menyediakan timbangan, air dalam ember supaya pembeli bisa mendeteksi kebocoran. Selain itu, untuk alasan keamanan, pangkalan juga diminta menyediakan racun api. ”Saya minta hal-hal ini disediakan oleh pangkalan,” tegasnya. (met)