batampos.co.id – Ultah ke 73 kemerdekaan RI mendapat kado indah. Tim Nasional (Timnas) U-16 Indonesia berhasil menjadi juara Piala AFF U-16 2018.

Anak asuh Fakhri Husaini berhasil menyingkirkan Thailand dalam drama penalti dengan skor akhir 5-4 (1-1), Sabtu (11/8) malam di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo. Ini adalah gelar perdana Indonesia di ajang ini.

Peluang pertama bagi Indonesia diciptakan M. Supriadi pada menit keempat. Namun sepakannya dari luar kotak penalti berhasil diamankan kiper Anuchid Taweesri. Indonesia mendapatkan peluang emas pada menit ke-14 berkat through pass Andre Oktaviansyah kepada Amiruddin Bagus Kahfi. Sayang tendangan on target Bagus hanya membentur tiang gawang.

Indonesia bermain agresif, mendominasi penguasaan bola serta serangan pada 15 menit awal babak pertama. Sementara Thailand baru keluar menyerang selepas menit ke-17. Permainan cukup menarik karena kedua tim sama-sama memeragakan permainan terbuka. Winger M. Supriadi mencetak gol pada menit ke-29. Sayang gol dianulir karena ia sudah terjebak offside.

Keputusan Fakhri Husaini memasukkan M. Fajar Fathur Rachman pada menit ke-17 berbuah manis. Fajar membuat Indonesia unggul melalui golnya pada menit ke-33. Fajar menaklukkan kiper Taweesri selepas menerima umpan jauh Andre Oktaviansyah. Thailand mendapatkan kesempatan dari sepakan lambung Thanarin Thumsen menit ke-39. Sayang bola melambung dari sasaran. Skor 1-0 untuk Indonesia bertahan hingga jeda.

Thailand memperkuat lini tengahnya pada babak kedua. Mereka menurunkan dua gelandang kreatif, yakni Thiraphong Yangdi dan Punnawat Chote-Jirachaithon. Permainan Thailand lebih berkembang pada paruh kedua. Mereka berusaha keras untuk mencetak gol penyama. Permainan agresif Thailand membuat Indonesia semakin kesulitan untuk mengembangkan serangan.

Dua peluang Indonesia pada babak kedua diciptakan Bagus Kahfi pada menit ke-65 dan 67. Kans pertamanya hanya melebar di kiri gawang. Sedangkan kesempatan keduanya mendarat tepat di pelukan kiper Taweesri. Supriadi juga menjajal peruntungannya pada menit ke-68. Lagi-lagi bola berhasil diamankan penjaga gawang Thailand.

Pemain yang baru masuk Hamsa Lestaluhu melepaskan tembakan dari luar kotak penalti pada menit ke-71. Namun bola bersarang di tangkapan kiper.

Gol pemain pengganti Apidet Janngam membuat Thailand menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-72. Janngam memaksimalkan kemelut dari sepak pojok untuk menjebol gawang Indonesia.

Umpan mendatar yang sangat cantik diberikan Sultan Zico kepada Supriadi pada menit ke-77. Sayang tendangan Arek Suroboyo ini digagalkan kiper Thailand. Indonesia mendapatkan dua kesempatan emas pada masa injury time. Namun bola bisa diamankan kiper. Skor imbang 1-1 bertahan hingga bubar. Laga harus ditentukan dengan adu penalti.

Adu Penalti

Kiper Ernando Ari Sutaryadi menjadi pahlawan Indonesia pada babak adu penalti. Ia membawa Indonesia memenangkan penalti dengan skor 4-3.

Nando, sapaannya sukses menepis eksekutor kedua dan kelima Thailand, yakni Apidet Janngam dan Pongsakorn Innet.

Sedangkan tiga penendang lainnya, yakni Thanarin Thumsen, Anucha Sodsri dan Kittiphong Khetpara sukses mencetak gol.

Sementara itu empat penendamg Indonesia, yaitu Sultan Zico, Amiruddin Bagus Kahfi, Rendy Juliansyah dan David Maulana sukses mencetak gol.

(saf/JPC)