batampos.co.id – Sejak Online Single Submission (OSS) diterapkan pada Juli lalu, 179 pelaku usaha sudah mendaftarkan izinnya lewat OSS.
“Yang mendaftar OSS ada 179 pelaku usaha. Ada yang Penanaman Modal dalam Negeri (PMDN), Penanaman Modal Asing (PMA) dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM),” kata Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo, Jumat (10/8) di Gedung BP Batam.
Sedangkan diluar OSS, rencana investasi pendaftaran penanaman modal yang masuk dari Januari hingga Juni sebesar 391 juta Dolar Amerika.
Sedangkan realisasi izin usaha pada semester I 2018 sebesar 124 juta US dollar. Targetnya hingga akhir tahun nanti investasi yang masuk ke Batam sebesar 751 juta US dollar.
BP akan terus berupaya meningkatkan investasi meskipun jalannya tak mudah. Kendala utama adalah lahan.
“Makanya yang sudah mendaftar, BP akan mendorong agar masuk kawasan industri,” ujarnya.
Sementara itu terkait OSS, Ketua Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, OK Simatupang menyambut baik kehadiran OSS sejak awal diluncurkan.
“Beberapa bulan lalu, kita dengar ada deregulasi perizinan dari sekian ribu jadi sekian ratus. Aturannya berubah supaya berusaha jadi lebih mudah,” kata OK.
Dalam pelaksanaannya, diakui memang masih memerlukan sinkronisasi. “Kami menyambut baik OSS. Kami ajak kawan-kawan sabar, kalaupun masih ada kendala. Kami juga berharap pemerintah daerah tak menutup perizinan yang reguler,” ujarnya.(leo)
