batampos.co.id – Kebutuhan guru di Tanjungpinang mesti mulai dipikirkan oleh pemerintah daerah. Pasalnya, setidaknya akan terjadi kekurangan 500 guru di Tanjungpinang pada tahun depan. Kondisi ini mendapat perhatian dari dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Miftahul Ulum Tanjungpinang, Rini Pratiwi.

Rini meminta Pemko Tanjungpinang lekas menambah ketersediaan guru di Tanjungpinang.

“Jangan sampai guru matematika nanti mengajar bahasa Indonesia, atau guru bahasa Inggris mengajar guru bidang kesenian hanya karena kekurangan guru,” ujarnya, kemarin.

Rini menambahkan, idealnya pembangunan sekolah dengan penerimaan guru harus seimbang. Jangan sampai, kata dia, Pemda membangun sekolah terlebih dahulu di wilayah Tanjungpinang Timur, namun ketersediaan guru tidak disiapkan.

Mumpung tahun ini, kata Rini, dikabarkan akan ada penerimaan guru oleh pemerintah pusat, maka Pemko melalui Dinas Pendidikan serius meminta kuota yang besar untuk memenuhi kekurangan guru di Tanjungpinang.

“Penerimaan guru harus melalui seleksi yang ketat agar menghasilkan guru-guru yang berkualitas dalam mendidik siswa-siswi,” tegasnya.

Perihal ini, sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Tanjungpinang, Dadang AG mengatakan, kekurangan guru di Tanjungpinang terlalu banyak.

Sehingga mereka kesulitan untuk menyiapkan guru dinas.

Apabila guru dinas diperbanyak, maka anggarannya akan membengkak.

Sementara APBD Tanjungpinang nilainya kecil. Sehingga tidak memungkinkan menambah guru dinas. Sekolah pun, kata dia, punya keterbatasan untuk menyediakan guru yang digaji dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

”Karena penggunaan dana BOS itu dibatasi. Dari 15 item, hanya 15 persen yang bisa digunakan untuk menggaji guru sekolah,” ujar Dadang.

Karena tidak ada lagi uang komite sekolah, maka pihak sekolah tidak bisa menambah jumlah guru di sekolahnya. Dulu, guru masih bisa digaji dari uang komite sekolah tersebut.

Karena itu, Pemko Tanjungpinang mengusulkan kebutuhan guru 500 orang saat penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018 ini.

”Kalau semua disetujui tidak mungkin. Kalau disetujui 300 orang, sudah lumayan itu,” pungkasnya. (aya)

Respon Anda?

komentar