Iklan

batampos.co.id – Bakal calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, Minggu (12/8). Proses pemeriksaan dimulai sejak pukul 08.00 WIB dan berlangsung sekitar 12,5 jam.

Iklan

Ditemui usai pemeriksaan, Jokowi maupun Ma’ruf menyampaikan optimisme nya. “Insya Allah sehat semuanya. Kalau kita lihat beliau masih segar bugar, saya juga masih segar bugar,” kata Jokowi.

Terkait waktu pemeriksaan yang cukup panjang, mantan Wali Kota Solo itu mengakui jika proses yang dilakukan Ma’ruf Amin relatif lebih lama. Namun dia membantah jika hal itu disebabkan persoalan kesehatan. Menurutnya, itu lebih disebabkan kurang pengalamannya Ketua MUI itu menjalani pemeriksaan kesehatan. Sehingga perlu breafing lebih lama.

“Kalau saya sudah lima kali. Wali kota dua kali, gubernur sekali, dan presiden dua kali ini,” imbuhnya.

Ma’ruf pun membenarkan pernyataan Jokowi. Dia mengaku biasa saja dengan proses pemeriksaan yang marathon. Menurutnya, itu tidak seberapa dibandingkan lelahnya melaksanakan ibadah haji.

Ketua Tim pelaksana Penilaian Kemampuan Jasmani dan Rohani Astronias Bakti Awusi mengatakan, pemeriksaan dilakukan secara keseluruhan. Mulai dari penyakit dalam, penyakit jantung dan pembuluh darah, penyakit paru, bedah urologi, bedah ortopedi, neurologi hingga pemeriksaan telinga, hidung, tenggorokan, hingga pemeriksaan laboratorium dan radiologi.

Hal itu, lanjutnya, merupakan standar yang ditetapkan. Pada Pilpres 2014 lalu, proses yang sama juga dilakukan. “Tetapi dengan menggunakan alat-alat yang lebih mutakhir,” ujarnya di lokasi.

Ketua KPU Arief Budiman enggan berkomentar mengenai peluang tidak lolos cek kesehatan yang dialami bacalon. Dia memilih untuk menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan tim dokter.

Meski demikian, dia menegaskan jika hasil pemeriksaan bersifat final. Sehingga bacalon tidak memiliki kesempatan untuk melakukan tes tandingan di tempat lain. “Cuma satu ini saja,” kata dia.

Arief juga mengingatkan hasil tes kesehatan tidak menentukan kelolosan secara umum. Pasalnya, tes kesehatan hanya salah satu item di antara sekian banyak persyaratan lainnya. Dan untuk bisa ditetapkan sebagai pasangan calon, Bapaslon harus memenuhi syarat secara akumulatif.

Di sisi lain, pasangan calon Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno kemarin melakukan aktivitas yang berbeda jelang tes kesehatan pagi ini, Senin (13/8). Sandi masih memenuhi undangan untuk berpartisipasi di Ancol Aquathlon. Ajang yang memulai start di pantai Lagoon Ancol ini mengkombinasikan antara cabang olahraga renang dan lari.

”Karena saya harus ikut tes, saran dokter saya ikut yang 5 kilo, tidak ikut berenang,” kata sosok penghobi lari itu.
Lain halnya dengan Prabowo, Ketua Umum Partai Gerindra itu memilih beristirahat di kediaman Hambalang, mempersiapkan tes kesehatan yang dimulai pagi ini.

Menurut Sandi, sejumlah proses internal tengah dilakukan pasangan Prabowo-Sandi. Dalam hal penyusunan tim pemenangan, pembahasan tetap dilakukan dengan empat partai pengusung. Namun, isu yang menguat adalah keinginan mayoritas yang meminta Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono sebagai ketua tim pemenangan.

”Pak SBY kami harapkan kebijaksanaan beliau, leadership beliau, pengalaman beliau selama ini mampu menghadirkan pemerintahan yang kuat, lapangan kerja yang terbuka, harga-harga yang terjangkau,” kata Sandi.

Tidak hanya itu, Sandi juga berharap Ketua Komando Satgas Bersama Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono bisa menjadi juru kampanye. Sebab, figur AHY saat ini juga bisa menjadi salah satu daya tarik pemilih.

”Banyak yang minta pak AHY sebagai magnet,” ujarnya. (lum/far/bay/tyo/JPG)