Warga antre membeli kue di Jalan Bali, Tanjungpinang, Minggu (29/6). Kenaikan nilai tukar dolar terhadap rupiah mulai berpengaruh pada harga komponen pembuatan kue. F. Yusnadi/batampos.co.id

batampos.co.id – Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Tanjungpinang, Riono mengajak Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kepri duduk bersama membahas dampak kenaikan dolar Amerika dan Singapura terhadap pemenuhan komoditas di Tanjungpinang.

Menurut Riono, hal ini bersifat esensial, mengingat letak Tanjungpinang yang berbataskan dengan negara jiran, sehingga ada sebagian komoditas perlu didatangkan melalui kran impor.

“Kami sudah minta BI merekomendasi TPID segera membahas kenaikan dolar terhadap rupiah. Saya yakin ini akan berdampak pada produktivitas,” kata Riono, Minggu (12/8).

Pejabat yang juga Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang ini mengambil tepung terigu sebagai contoh. Ia menyebutkan, dalam pemenuhan kebutuhan tepung di Tanjungpinang masih mengandalkan pasokan impor. Maka tak pelak, ketika nilai tukar dolar naik, akan naik pula harga tepung.

“Kita bayar kan pakai dolar. Kalau semakin tinggi, semakin mahal pula kita harus bayar,” ujarnya.

Tidak berhenti di situ. Riono menjelaskan, hal ini lantas menjadi dampak pada harga tinggi bahan pangan yang menggunakan tepung. Hal itu sesuai hukum ekonomi. Ketika harga produksi semakin meningkat, maka akan naik pula harga jual.

“Pada rapat TPID bulan ini, kami meminta perwakilan BI untuk memaparkan kepada seluruh anggota TPID,” pungkas Riono.

Sementara itu, Wakil Ketua TPID Provinsi Kepri yang juga Kepala BI Kepri, Gusti Raizal Eka Putra mengatakan untuk mengendalikan potensi kenaikan harga secara umum di wilayah Kepri, pihaknya merekomendasikan langkah-langkah mitigasi risiko inflasi.

Antara lain, memanfaatkan kerja sama antardaerah yang telah disepakati dan mendorong kerja sama antardaerah baru untuk menjamin aliran pasokan bahan makanan ke wilayah ini.

”Harus dipetakan juga terkait jumlah pasokan dan produksi bahan pangan. Kelancaran arus bongkar muat dan distribusi komoditas strategis penyumbang inflasi juga harus diperhatikan,” kata Gusti. (aya)

Advertisement
loading...