Iklan
Pulau Masinam

batampos.co.id – Pulau Mansinam merupakan pulau seluas 410,97 ha yang terletak di Teluk Doreh, selatan Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat, Indonesia.

Pulau ini telah menarik hati penikmat olahraga laut.

Jumat (10/8/2018) Kiatwansyah, seorang pengusaha di Batam, bersama rekan – rekannya menyelam di perairan Pulau Mansinam Manokwari, Papua Barat.

Mereka menyelam di kedalaman 10 meter.

Kiat mengalami masalah sehingga dibawa oleh guide kembali ke darat.

Tak lama setelah itu, Kiat kembali melakukan penyelaman menyusul penyelam lain, namun ia terpisah dari rekan-rekanya.

Begitu para penyelam naik ke darat, rupanya, korban tak kembali. Pencarian pun dilakukan guide bersama penyelam lain.

Hingga Jumat petang Kiatansyah belum ditemukan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Manokwari, George Leo Mercy Randang menyatakan, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 14.00 waktu setempat.

“Mereka melakukan pencarian selama kurang lebih satu jam yakni dari jam 2 sampai jam 3, sebelum akhirnya melaporkan kejadian ini ke kami,” sebut Geroge.

Memperoleh laporan itu, lanjut George, ia pun bergegas mengerahkan personil dan peralatan lengkap ke lokasi kejadian.

“Personil kami sudah berusaha hingga Jumat petang, namun belum ada tanda-tanda. Pencarian kami hentikan sementara,”sebutnya lagi.

Pencacian dilanjutkan keesokan harinya.

Selain mencari di dasar laut, pencarian yang dibantu warga setempat ini juga menyusuri pantai di sekitar lokasi.

Hingga menjelang malam pencarian nihil dan dihentikan.

Pencarian dilanjutkan Sabtu (11/8/2018).

Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Manokwari, menggandeng tim SAR dari Satpol Air Polres Manokwari, Polda Papua Barat, Komunitas Selam Universitas Papua (Unipa), Komunitas Molo, serta Palang Merah Indonesia untuk melakukan pencarian.

George Leo Mercy Randang menyebutkan, dalam upaya pencarian di dasar laut tim akan melakukan pencarian pada kedalaman 30 meter.

24 penyelam terlibat dalam pencarian ini.

“Tim terus berusaha maksimal dari kantor SAR, Polri maupun komunitas lain,” sebutnya.

Seperti sebelumnya, selain pencarian di dasar laut. Tim mobile permukaan pun terus melakukan penyisiran secara bergantian.

“Kami juga menyisir pantai. Peta pencarian hari ini diperluas, pencarian di dasar, permukaan termasuk pesisir pantai,” sebut George.

Pencarian hari ini, lanjutnya, dilakukan pada radius 700 meter dari bibir pantai Pulau Mansinam. Seperti sebelumnya, tim dibagi dalam beberapa regu untuk melakukan pencarian di berbagai arah.

Kiatwansyah adalah satu dari rombongan wisatawan yang ikut dalam perjalanan wisata Kapal Kurabesi Explorer.

Musibah ini membuat keluarfga Kiat tak nenag.

Adik kandung Kiatwansyah, Awi datang ke lokasi.

Awi memilih berada di Kapal Kurabesi Explorer yang menjadi posko pencarian korban.

George menyebutkan, Awi datang langsung dari Batam Kepulauan Riau ke Manokwari. Begitu tiba di Manokwari ia bergegas menuju Posko pencarian yang berada di sekitar lokasi penyelaman Kiatwansyah bersama rombongan wisatawan yang ikut dalam perjalanan kapal Kurabesi Explorer.

“Hanya adiknya, saat ini beliau sedang bersama-sama dengan kami di Posko, memantau langsung proses pencarian,” kata Goerge.

Awi (tengah), Adik korban hilang didampingi Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Manokwari George Leo Mercy Randang (kiri) melakukan penyisiran dipermukaan pada pencarian hari ketiga, Jumat (12/8/2018) (Arsip/Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Manokwari.)

George mengutarakan, cuaca di Manokwari hari ini cukup cerah. Proses pencarian masih berlanjut dengan memperlebar area hingga radius 700 meter dari bibir pantai Pulau Mansinam.

Pada pencarian ini, lanjut George, tim memperoleh tambahan 5 penyelam. Ia berharap penambahan tersebut bisa mempercepat proses pencarian.

Minggu (12/8) Tim Search And Rescue (SAR) belum menemukan Pak Kiat.

“Kami belum berhasil menemukan korban hingga hari ketiga ini,” kata George, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Manokwari.

Proses pencarian pada Minggu (12/8) sudah diperluas untuk menelusuri keberadaan korban. Rapat evaluasi pun sudah dilakukan untuk menentukan tindakan pada proses pencarian pada hari keempat.

Ia menyebutkan, dalam upaya pencarian di dasar laut tim sudah melakukan pencarian hingga kedalaman 30 meter. Penyelam profesional dari berbagai instansi terlibat dalam upaya ini.

Sesuai standar operasi pelaksanaan, pencarian akan dilakukan hingga hari ketujuh setelah kejadian tersebut. Jika belum ditemukan dalam tujuh hari tindakan selanjutnya hanya bersifat monitoring.

“Kami sudah sebarkan informasi kepada masyarakat, nelayan di seluruh wilayah Manokwari. Kalau melihat atau menemukan korban tolong segera sampaikan ke kami,bisa juga ke pos polisi terdekat,” ujarnya.

Dari proses pencarian selama ini pihaknya terus melakukan evaluasi George berharap, korban segera ditemukan sebelum masa pencarian berakhir. (*)

sumber: (papuabarat.antaranews.com)

Advertisement
loading...