batampos.co.id – Pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menjalani pemeriksaan kesehatan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (13/8). Proses pemeriksaan keduanya relatif cepat, yakni hanya tujuh jam.

Prabowo tiba di RSPAD Gatot Soebroto pukul 06.40 WIB. Sekitar 25 menit kemudian, Sandiaga Uno menyusul. Keduanya baru keluar dari ruang pemeriksaan kesehatan pada pukul 18.43 WIB.

“Pemeriksaannya tujuh jam, dan dua jam foto-foto,” canda Sandiaga saat menemui awak media.

Dia mengapresiasi para dokter yang menurutnya bekerja dengan profesional dalam memeriksa kesehatannya dan Prabowo.

Apresiasi serupa juga disampaikan Prabowo. ’’Sangat profesional, sangat ketat, tanpa ampun, sangat berani,’’ ucap Prabowo yang sejak awal tes mengaku takut dengan jarum suntik. Tak pelak, pujian bernada guyon itu memancing tawa para dokter yang ikut serta mengantar Prabowo dan Sandiaga keluar.

Menurut Prabowo, kini nasibnya dan Sandiaga dari sisi kesehatan sudah berada di tangan para dokter. ’’Kalau pak Sandi sudah pasti lolos lah,’’ selorohnya.

Sementara, para dokter menilai berat badan Prabowo kurang sesuai dengan tinggi badannya. Dia pun diminta mengurangi bobot tubuhnya lima kilogram.

Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sekaligus penanggung jawab pemeriksaan kesehatan pacangan bakal capres-cawapres, Oetama Marsis, pihaknya bekerja berdasarkan petunjuk teknis dari KPU. “Dan tentunya, kami memakai standar terbaik,” terangnya.

Apalagi, RSPAD memberikan dukungan berupa alat-alat pemeriksa yang tergolong advance atau sangat baik, dengan teknologi terkini pula.

Disinggung mengenai perbedaan waktu antara kedua pasang kandidat, Marsis memastikan tidak ada perbedaan waktu pemeriksaan dari sisi medis. “Hanya, kami kan ada yang namanya waktu jeda,’’ lanjutnya. Waktu jeda itulah yang berbeda-beda antara para kandidat.

Misalnya saat makan, ada yang bisa makan dengan cepat dan ada yang lambat. Lalu saat jeda untuk salat. ’’Kalau yang sekarang mungkin agak pendek doanya, yang kemarin agak panjang’’ ucapnya memberi contoh.

Seperti diketahui, proses pemeriksaan pasangan bakal calon capres-cawapres lainnya, Joko Widodo-Ma’ruf Amin, pada Minggu (12/8) lalu memakan waktu kurang lebih 14,5 jam.

Sementara Ketua KPU Arief Budiman memastikan standar pemeriksaan yag dilakukan tim dokter IDI dan RSPAD berbeda dengan masyarakat umum. “Standar pemeriksaan ini paling tinggi untuk memeriksa seseorang,’’ terangnya.

Di sisi lain, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merilis laporan harta kekayaan bacapres Prabowo Subianto di situs LHKPN elektronik (e-LHKPN). Totalnya mencapai Rp 1,952 triliun. Kekayaan itu paling banyak berbentuk surat berharga. Yakni sebesar Rp 1,701 triliun. Sisanya merupakan harta bergerak serta aset berupa tanah dan bangunan.

Bila dibanding laporan sebelumnya, harta Prabowo kali ini cenderung meningkat. Di data LHKPN KPK, pada 2014 lalu Prabowo melaporkan kekayaannya saat maju pilpres 2014. Kala itu jumlah hartanya tercatat sebanyak Rp 1,4 trilun dan 7,5 juta dolar AS.

Sejauh ini, baru LHKPN Prabowo saja yang dinilai lengkap oleh KPK. Sedangkan, LHKPN Jokowi Widodo, Ma’ruf Amin, dan Sandiaga Uno belum dilaporkan ke KPK.

“Yang diumumkan baru Prabowo,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah. LHKPN Jokowi dan Sandi sejauh ini belum diupdate meski keduanya sudah memiliki akun e-LHKPN. (byu/tyo/JPG)