Andika tak bisa dioperasi.
foto: batampos / dalil harahap

batampos.co.id – Bayi kembar siam dempet kepala, Gilang Andika yang dirujuk ke Rumah Sakit Awal Bros Batam, belum bisa dilakukan operasi pemisahan. Lantaran kondisi kepalanya yang tidak memungkinkan untuk dilakukan pemisahan.

“Setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan, dokter syaraf anak dari Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, memang mengatakan tidak mungkin,” ujar Manager Pengembangan Bisnis Rumah Sakit Awal Bros, dr Shinta Trisula MARS, Selasa (14/8).

Hal tersebut, lanjut Shinta lantaran bayi hanya memiliki satu otak, sedangkan wajah dan kepalanya ada dua.

“Kepala dan wajahnya dua, namun otak kecilnya satu, otak besarnya sebagian dua, jadi tak mungkin dilakukan operasi pemisahan,” katanya.

Dia mengatakan jika bayi tersebut dipaksa dilakukan operasi pemisahan, kemungkinan besar kematian akan terjadi. Karena alasan tersebut, baik RSAB maupun dari dokter yang menangani hanya mampu memantau secara intensif kepada bayi tersebut.

Selama dirawat di RSAB Gilang hanya mendapatkan perawatan untuk cairan pada rongga otak yang menyebabkan kepalanya membesar.

“Gilang dirawat selama satu minggu di sini (RSAB, red) menggunakan jaminan kesehatan BPJS. Untuk kepalanya tidak ada penambahan signifikan selama satu bulan ini, misalkan nanti ada penambahan, baru akan dilakukan operasi,” ucap Shinta.

Sementara saat ini Gilang tengah dirawat jalan di rumahnya di Rusun Pemda 1 Mukakuning. Saat dibawa pulang, kondisi fisiknya cukup stabil.

“Selama dirawat dia diperiksa semuanya. Hanya saja memang kepalanya bermasalah,” ungkap Shinta.

Orangtua Gilang, Erlina mengaku pasrah apa yang menimpa anak bungsunya tersebut. Kendati demikian, ia mengaku jika kondisi Gilang masih cukup baik sebab masih bisa minum susu formula meski disalurkan melalui alat bantu selang.

“Beratnya sudah empat kilo sekarang dari 3,8 kg,” katanya. (une)