Tumpukan kayu untuk memperbaiki Jembatan Selayang Pandang (SP) terlihat di lokasi jalan rusak. Kayu ini digunakan membuat jalan alternatif untuk kendaraan roda dua selama jembatan itu diperbaiki. F. Syahid/batampos.co.id

batampos.co.id – Jembatan Selayang Pandang Tarempa yang difungsikan sebagai jalan mulai diperbaiki. Namun, sifatnya hanya sementara karena bakal dibangun dua jalur permanen. Jalan yang diperbaiki hanya 15 meter.

Iklan

”Perbaikan ini hanya pada bagian badan jalan yang rusak,” ungkap Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Kepulauan Anambas Khairul Anwar, Selasa (14/8).

Selama masa perbaikan dipastikan jalan tersebut tidak bisa digunakan. Maka dari itu akan dibangun jalan sementara yang terbuat dari kayu di sisi jalan Selayang Pandang. Jalan tersebut fungsinya untuk dilalui sepeda motor.

Sementara itu untuk kendaraan roda empat harus berputar arah melintas jalan lingkar ke Desa Temburun, Kecamatan Siantan Timur jika ada warga Tarempa yang akan ke pusat perkantoran atau ke Desa Tarempa Timur.

Terpisah, Plt Kepala Balitbangpeda Kabupaten Kepulauan Anambas Adies Saputra menjelaskan pembangunan jalan Selayang Pandang, Tarempa menjadi dua jalur dananya keroyokan dengan pemerintah provinsi yang akan direalisasikan pada 2019 mendatang.
Komposisinya 70 persen dari pemerintah provinsi, 30 persen dari daerah atau sesuai perhitungan lainnya berdasarkan kesepakatan bersama.

Menurutnya, usulan pembangunan jembatan SP sudah lama, tapi Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris ingin dibangun keseluruhan oleh Pemprov Kepri, tapi pihak Pemprov tidak menyanggupi.

”Karena daerah dan provinsi sama-sama mengalami keter­batasan anggaran, maka seka­rang kami coba usulkan sharing dana,” ungkap Adies, Senin (13/8).

Menurut Adies, Pembangunan Jembatan SP II ini merupakan salah satu prioritas RPJMD 2016-2021. ”Makanya beliau (bupati, red) meminta kami untuk segera mendiskusikan secara teknis dengan Pemprov,” ucapnya.

Dia mengaku sudah menghubungi Kepala Barenlitbang Kepri dan sudah merespons baik. Beberapa hari mendatang pihaknya bersama Sekda, Kadis PU, dan perwakilan Badan Keuangan akan membicarakan secara teknis dengan Barenlitbang dan Dinas PU Provinsi.

”Kalau sharing kan harus jelas bagaimana mekanisme keuangannya, termasuk pertanggungjawaban dan asetnya,” jelasnya.

Berdasarkan DED yang dibuat Dinas PU Anambas, pembangunan jembatan SP II membutuhkan anggaran sekitar Rp 129 miliar. ”Anggarannya cukup besar, makanya kita butuh bantuan dari Pemprov,” bebernya.

Jembatan tersebut ditargetkan selesai 2021. Penganggarannya 3 tahun, namun, tetap saja tergantung dari kondisi keuangan Pemkab maupun Pemprov.

Kepala OPD termuda di Anambas itu juga menegaskan, bahwa pembangunan jembatan SP II sangat penting untuk segara dilakukan, karena merupakan salah satu akses utama yang digunakan masyarakat di delapan desa dan dua kecamatan. Sekitar 35,72 persen masyarakat Anambas sangat bergantung pada keberadaan jembatan tersebut.

Jembatan SP juga merupakan akses utama menuju pusat perkantoran di Pasir Peti, Masjid Agung, pelabuhan perikanan Pemprov Kepri di Antang, objek wisata air terjun Temburun, perbankan, dan pusat perdagangan.

”Dengan dibangunnya jembatan tersebut memudahkan masyarakat menuju pusat-pusat pelayanan publik tetapi juga sebagai pendukung dalam mewujudkan Kota Tarempa sebagai Pusat Kawasan Stra-tegis Nasional (PKSN) di Kabupaten Kepulauan Anambas,” pungkasnya.(sya)