Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin bersama jajaran berdialog dengan pimpinan Kerajaan Ubur-ubur Aisyah, di kediaman Aisyah, Lingkungan Tower Sayabulu, Kelurahan Serang, Kecamatan Serang, Kota Serang, Senin (13/8).

batampos.co.id – Asiyah, Ratu Kerajaan Ubur-ubur yang diduga aliran sesat membuat pernyataan mengejutkan di situs berbagi Youtube.

Aisyah mencaci maki pemerintahan Jokowi dan umat Islam di Indonesia serta masyarakat Indonesia pada umumnya.

Dalam video berjudul ‘Sin bet Shima Syaban Mengaku Mempunyai Aset Seluruh Tanah Indonesia’, Asiyah mengatakan, rakyat Indonesia sangat hebat dalam menghujat dan menghina.

“Aku gak nyangka ya, luar biasa ya, orang Indonesia hebat-hebat. Hebat sekali dalam mencaci maki. Hebat sekali dalam menghina, hebat sekali dalam iri dengki, hebat sekali dalam berdebat. Hebat sekali ya dalam menuduh orang,” ucapnya dalam video berdurasi 25 menit yang di-upload oleh akun bernama Tino TS pada 10 Juni 2018,

“Subhanallah Bapak Jokowi. Presiden yang mulia. Sungguh sangat kasihan ya kalian para pemerintah,” tambahnya.

Ratu Kerajaan Ubur-ubur itu juga menyatakan bahwa pemerintah Jokowi sibuk dengan korupsinya, sementara rakyat sibuk dengan kebodohannya.

“Saya rasa, kalian mimpi Indonesia menjadi mercusuar dunia,” kata Aisyah katanya.

Selain menebar kebencian di media sosial, warga Lingkungan Tower Indah, Kelurahan Sayabulu, Kecamatan/Kota Serang, Banten itu juga dituding menyebarkan aliran sesat dan menistakan agama. Warga meminta agar Asiyah dan suaminya ditindak lantaran telah meresahkan.

“Sesat atau tidak itu persepsi pribadi masing-masing. Saya sendiri tidak bisa bilang sesat. Warga mengeluh karena rumahnya sering banyak orang,” kata Ketua RT setempat MT Surya Mihardja ditemui di kediamannya, Jumat (10/8).

Diakui Surya, warga sepakat agar aktivitas pasutri yang telah tinggal di Kelurahan Sayabulu itu selama dua tahun dibubarkan.

“Saya minta keberatan warga dibuat tertulis. Saya tanda tangani dan sudah sampaikan ke pemkot, Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan kepolisian,” kata Surya.

Asiyah

Warga juga mendesak agar pasutri itu diproses secara hukum lantaran dinilai telah menistakan agama. “Sesat atau tidak, nanti biarkan MUI yang menilai,” kata Surya.

Menanggapi hal itu, Sekretaris MUI Kota Serang Amas Tajudin mengakui telah menerima pengaduan soal aliran sesat tersebut. Tim Mediasi dan Penyelesaian telah dibentuk MUI Kota Serang untuk meneliti pengaduan tersebut.

“Saya ditunjuk sebagai ketua. Nanti tim bertugas melakukan verifikasi, penelitian, kajian, mediasi, dan tindakan-tindakan lain yang diperlukan untuk kepentingan penyelesaian dan penetapan fatwa,” kata Amas.

Dijelaskan Amas, aduan warga itu berisi dugaan praktik aliran sesat yang dilakukan pasutri itu. Warga sudah berkali-kali mengingatkan tapi tak diindahkan.

“Menurut warga, pasutri itu berpraktik sebagai paranormal melakukan cara-cara yang tidak lazim. Bahkan, sampai syahadat berbeda dengan syahadat pada umumnya yang sangat sensitif tentang keimanan seorang muslim,” jelas Amas.

Amas meminta warga agar tidak terprovokasi dan menyerahkan sepenuhnya kepada aparat keamanan dan tim MUI Kota Serang yang sedang bekerja.

“Keputusan MUI Kota Serang tentang dugaan aliran sesat dimaksud selambat-lambatnya 30 hari kerja (hasil investigasi dan mediasi-red),” imbau Amas.

Pantauan Radar Banten, di kediaman pasutri terlihat beberapa orang berada di teras rumah. Alunan suara musik terdengar sampai ke luar rumah.

“Oh cari Ayah. Beliau sedang mancing di Curug, paling pulang sesudah magrib,” kata salah seorang lelaki di balik pagar rumah.

Kapolres Serang Kota Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Komarudin mengaku telah menerima pengaduan mengenai aliran sesat itu.

“Kami sudah buat tim terpadu. Nanti akan berkoordinasi dengan MUI Kota Serang,” kata Komarudin.

Komarudin menegaskan, proses hukum atas tuduhan penistaan agama itu akan dilakukan seusai menerima hasil kajian dari MUI Kota Serang.

“Saya imbau warga agar tidak melakukan tindakan-tindakan melanggar hukum. Serahkan kepada yang berwenang,” kata Komarudin. (*)

Advertisement
loading...