batampos.co.id – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdulcapil) Kota Batam, mengusulkan anggaran untuk pengadaan alat pendukung cetak Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP), pada pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Perubahan (APBD-P) 2018 mendatang.
Kepala Disdukcapil Batam, Said Khaidar mengatakan kekosongan yang telah berlangsung selama dua minggu ini harus segera dicarikan solusinya.
“Sementara ini kami masih menunggu barang itu datang dari pusat. Karena satu alat cukup mahal harganya,” kata Said, Rabu (15/8).
Menurutnya, selain mengharapkan dari pusat, pemerintah daerah juga harus memiliki solusi untuk pengadaan alat pendukung mesin cetak ini. “Jadi seperti cadangan gitu. Kalau pusat kosong kami masih punya stok,” sebutnya.
Said menyebutkan satu alat tersebut harganya mencapai Rp 3 juta. Kekosongan tidak boleh dibiarkan terlalu lama, sebab e-KTP sangat penting fungsinya. “Kalau lama warga nanti marah pula. Jadi kami berusaha mencari solusi,” ucapnya.
Mengenai besar anggaran yang dibutuhkan saat ini pihaknya masih menghitung berapa kebutuhan alat tersebut di sembilan kecamatan mindland termasuk yang ada di kantor Disdukcapil.
“Hinterland cetak di kita (kantor disdukcapil, red) jadi berapa yang mau dibeli dan berapa biaya yang dibutuhkan masih kami hitung. Nanti disampaikan ke pimpinan untuk dibahas di APBD-P,” ungkap mantan camat Batuampar ini.
Ia berharap anggaran ini bisa disetujui nantinya sebab melihat kebutuhan pencetakan e-KTP yang ramai setiap harinya. “Mudah-mudahan disetujui sehingga tak terjadi lagi kekosongan reborn dan film meskmin cetak. Jadi tak ada e-KTP yang tak bisa cetak,” imbuhnya.
Sebelumnya ratusan e-KTP tak bisa cetak karena kekosongan alat pendukung pada mesin cetak e-KTP di kecamatan Sekupang. Kondisi ini sudah berlangsung selama dua pekan. Warga diminta untuk bersabar hingga alat tersebut tiba.(yui)
