batampos.co.id – Rencana Pemko Batam untuk menghidupkan kembali pasar Seroja Sagulung belum terwujud. Pasar yang berada di perbatasan kelurahan Seipelenggut dan Selekop tersebut masih mangkrak hingga saat ini.

Pasar tersebut dimanfaatkan warga setempat sebagai pasar kaget disetiap Sabtu sore aja. Hari-hari biasa pasar itu jadi tempat tongkrongan kelompok remaja bersepeda motor sering berbuat onar di sekitar wilayah Dapur 12.

Masyarakat sekitar kembali angkat bicara. Mereka berharap agar Pemko Batam kembali menghidupkan pasar tersebut dengan mengakomodir pedagang kaki lima ataupun pedagang pasar kaget yang kian menjamur pinggir jalan utama saat ini.

“Ini (lokasi pasar) malah jadi tempat mesum dan tempat mabuk-mabukan anak-anak motor itu kalau malam hari. Seram jadinya kalau lewat di lokasi pasar ini. Sudah 12 tahun seperti ini,” ujar Yunus, warga kaveling bukit Seroja saat dijumpai Batam Pos di lokasi pasar mangkrak, Rabu (15/7).

Pria yang sudah belasan tahun tinggal di dekat lokasi pasar tersebut menuturkan, sejak diresmikan pada tahun 2006 lalu, pasar yang terdiri dari satu unit gedung lapak terbuka dan tiga unit gedung untuk lapak kios itu hanya beroperasi selama dua bulan pertama saja. Pedagang yang semula berjualan dipasar itu memilih pindah ke tempat lain karena lokasi pasar susah dijangkau masayarakat. Saat itu akses jalan belum begitu baik dan belum begitu banyak warga yang bermukim di sana.

“Termasuk saya sempat jualan waktu itu, tapi sepih karena akses jalan juga tak bagus waktu itu, makanya hanya bertahan dua bulan saja. Setelah itu tak ada lagi yang jualan di sana sampai saat ini,” ujar Yunus.

Situasi tersebut sudah berbeda saat ini. Akses jalan menuju lokasi pasar sudah bagus dan pemukiman warga semakin padat apalagi lokasinya yang strategis berada di perbatasan dua kelurahan yang padat penduduk. Pasar yang bertahun-tahun mangkrak itu memiliki potensi untuk berkembang jika dihidupkan kembali.

“Banyak yang nanya mau jualan tapi belum ada kepastian dari Pemko,” ujar Yunus.

Senada disampaikan Herlina pedagang minuman depan salah satu sekolah dekat lokasi pasar bahwa peminat untuk memanfaatkan fasilitas pasar itu cukup tinggi saat ini. Tidak saja warga sekitar, pedagang pasar kaget dan kaki lima sepertinya juga ingin berjualan menetap di lokasi pasar tersebut jika memang dihidupkan lagi.

“Mau saya jualan di sana apalagi dekat tiga sekolah pasar ini. Daripada jadi tempat aneh-aneh anak-anak muda itu mendingan dihidupkan lagi biar ramai,” ujar Herlina.

Pantauan Batam Pos di lapangan, pasar tersebut tampak sepih siang kemarin. Tidak ada aktifitas yang berarti di sekitar lokasi pasar, selain Yunus yang duduk santai di salah satu lapak gedung terbuka. Kondisi pasar terlihat agak kotor sebab semak belukar mengeliling lokasi pasar. Bangunan pasar masih bagus hanya saja bagian lantai sudah banyak yang bocor. (eja)