batampos.co.id – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri Zulkipli mengatakan pertumbuhan ekonomi Kepri pada triwulan II di 2018 tumbuh sebesar 4,51 persen. Menurutnya, capaian tersebut menunjukan grafik yang membaik bagi target ekonomi Kepri di 2018 ini.

”Ada beberapa sektor yang turut mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepri di triwulan II ini,” ujar Zulkifli, kemarin di Kantor BPS Kepri, Tanjungpinang.

Dijelaskannya, perekonomian Kepri triwulan II-2018 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB) mencapai Rp 62,80 triliun dan atas dasar harga konstan (ADHK) mencapai Rp 42,80 triliun. Adapun sektor yang mempengaruhi pertumbuhan pada triwulan ini terutama didorong pertumbuhan kategori konstruksi yang memberikan andil pertumbuhan 1,61 persen.

”Sementara bila dilihat dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi terutama didorong oleh komponen pembentukan modal tetap bruto yang mempunyai andil terhadap pertumbuhan sebesar 2,93 persen,” paparnya.

Lebih lanjut katanya, ekonomi Kepri triwulan II-2018 dibandingkan dengan triwulan I di 2018 tumbuh sebesar 1,22 persen. Dari sisi produksi, kategori yang memberikan andil pertumbuhan terbesar adalah kategori transportasi dan pergudangan sebesar 0,38 persen. Kemudian dari sisi pengeluaran, pertumbuhan pada triwulan ini terutama disebabkan oleh pengeluaran konsumsi Pemerintah yang mempunyai andil sebesar 2,40 persen dan pengeluaran konsumsi rumah tangga yang mempunyai andil sebesar 0,87 persen.

”Pertumbuhan ekonomi semester I 2018 Provinsi Kepulauan Riau mencapai 4,49 persen. Dalam lingkup regional, PDRB Kepulauan Riau triwulan II-2018 memberikan kontribusi sebesar 7,79 persen terhadap PDRB Pulau Sumatera,” paparnya lagi,

Disebutkannya, ekonomi Kepri triwulan II-2018 tumbuh sebesar 1,22 persen bila dibandingkan dengan triwulan I-2018. Pada triwulan ini sebagian besar kategori lapangan usaha mengalami pertumbuhan kecuali kategori pertambangan dan penggalian (-1,69 persen), jasa kesehatan dan kegiatan sosial (-5,53 persen) dan Jasa Pendidikan (-1,23).
Zulkipli juga mengatakan, kategori yang mengalami pertumbuhan terbesar adalah Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 17,50 persen.

Kemudian diikuti oleh kategori Jasa Lainnya sebesar 16,46 persen dan kategori Transportasi dan Pergudangan sebesar 14,40 persen. Dikatakannya juga, Struktur Ekonomi Kepulauan Riau pada triwulan II-2018 masih didominasi oleh Industri Pengolahan (35,38 persen), Konstruksi (18,0 persen), dan Pertambangan dan Penggalian (16,27 persen). Andil pertumbuhan terbesar disumbangkan oleh kategori transportasi dan Pergudangan 0,38 persen.

”Pertumbuhan tersebut diikuti oleh Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 0,35 persen; dan Industri Pengolahan sebesar 0,21 persen,” jelasnya.

Ditambahkannya, perekonomian Kepri triwulan II-2018 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya tumbuh sebesar 4,51 persen, tumbuh lebih cepat dibanding pertumbuhan triwulan II 2017 yang tumbuh sebesar 1,06 persen. Pertumbuhan tertinggi pada triwulan II-2018 dicapai oleh Jasa lainnya yang tumbuh sebesar 23,83 persen, diikuti oleh Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 21,79 persen; dan Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 10,28 persen.(jpg)