Murid kelas I SD 002 Batam kota yang baru tersenyum saat masuk pada hari kedua masuk sekolah, selasa (17/7). Selama tiga hari murid baru ini belum ada proses belajar mengajar masih proses pengenalan sekolah. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Batam, Udin P. Sihaloho menyambut baik upaya Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam untuk tidak mengorbankan pembangunan sektor pendidikan. Menurut dia, baik itu Ruang Kelas Baru (RKB) maupun Unit Sekolah Baru (USB) sama-sama jadi kebutuhan prioritas masyarakat.

“Saya lihat Plt Disdik Batam sudah berupaya memperbaiki. Kita tahu, hampir semua OPD Pemko Batam defisit dan beliau memberikan statemen sektor pendidikan tak terpengaruh, kita apresiasi,” kata Udin, Selasa (14/8).

Udin sendiri berharap, pembangunan RKB dan USB ini bisa segera terlaksana. Meskipun di lapangan masih banyak dijumpai pembangunan RKB on proses, tahap persiapan ataupun tahap penyelesaian. Namun yang jelas, ia mengakui pembangunan RKB dan USB tidak bisa sekaligus, mengingat anggaran yang digunakan datangnya bertahap.

“Kita juga pahami, pembangunan RKB ini disesuaikan dengan PAD kit,” tutur Udin.

Mekanisme pembangunan RKB dan USB dilakukan dengan sistem lelang. Rata-rata setiap sekolah mendapat bantuan dua unit RKB yang bersumber dari APBD Kota Batam 2018. Terdiri dari dua unit gedung baru tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), tujuh unit ruang kelas baru (RKB) tingkat SMP, serta 20 unit RKB tingkat Sekolah SD.

“Pesan kita karena ini dilelang, jangan karena mau berupaya membuat harga termurah tetapi mengesampingkan kualitas bangunan. Jangan nanti gedung baru dibangun setahun, bangunannya sudah retak dan rusak,” jelas dia.

Sementara itu, Ketua Komite SMPN 34 Nongsa, Muhammad Yunus mengatakan, tahun ini sekolah mendapat bantuan dua RKB dari APBD Batam. Dua RKB tersebut sudah dibangun dan telah digunakan siswa-siswi untuk belajar.

“Sudah dibangun sejak awal puasa lalu, dan sekarang sudah selesai,” kata Yunus.

Ia mengakui, pembangunan RKB di SMPN 34 sendiri tergolong mendesak mengingat banyak siswa siswi yang mendaftar di sekolah tersebut. Bahkan di tahun kemarin saja, fomulir yang didistribusikan kepada calon siswa berjumlah 463 fomulir. Sementara siswa yang diterima berjumlah 356 siswa, dari sembilan kelas yang diterima.

“Kita belum bisa sesuaikan dengan rombel. Satu kelas rata-rata diisi 41 siswa,” tuturnya.

Banyak siswa yang masuk di SMPN 34 juga tak lepas karena masih minimnya SMP negeri di zonasi ini. Bahkan SMP N 34 Batam harus menampung siswa-siswi di tiga kelurahan berbeda, yakni Sambau, Kabil dan Batubesar. “Untuk penerimaan kita sesuai permendigbud, 10 persen siswa miskin dan 10 persen bina lingkungan,” jelas Yunus. (rng)