batampos.co.id – Perusahaan yang bergerak di bidang migas di Batam membutuhkan sebanyak enam ribu pekerja hingga pertengahan tahun depan. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Batam, Rudi Sakyakirti usai menghadiri upacara Pramuka di Dataran Engku Puteri, Sabtu (18/8).

Ia menyebutkan dua perusahaan yang membutuhkan pekerja dalam jumlah besar diantaranya McDermott dan SMOE sebab mereka kembali mendapatkan proyek yang cukup banyak tahun depan.

“Perekrutan sudah dimulai dari bulan ini. Ada enam ribu lebih pekerja yang dibutuhkan untuk mengerjakan proyek tersebut,” sebut dia.

Untuk kriteria pekerja yang dibutuhkan, pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Batam ini menuturkan, tenaga kerja yang dibutuhkan adalah mereka yang memiliki keahlian welder 6G atau mereka yang berpengalaman dalam pengelasan pipa.

Beberapa perusahaan sangat membutuhkan pekerja dengan klasifikasi tersebut. Faktor karena beberapa perusahaan sudah lama vakum menyebabkan pekerja pindah ke luar daerah.

“Jadi, mereka kesulitan mencari tenaga kerja yang sesuai kebutuhan. Bagi warga yang memenuhi hal itu silahkan antar lamaran ke perusahaan yang bergerak di migas tersebut,” ujar Rudi.

Mereka yang diterima adalah yang memiliki pengalaman dan bukan pemula. Informasi yang diterima, perusahaan di Batam mendapatkan proyek jangka lama hingga beberapa tahun ke depan.

“Ini tentu akan berdampak positif bagi serapan tenaga kerja kita,” ucapnya.

Mengenai ketersediaan tenaga kerja sebanyak itu, Rudi menjelaskan untuk saat ini yang sudah terekrut lebih dari dua ribu pekerja, jadi, masih membutuhkan empat ribu tenaga kerja.

Ilustrasi Pekerja antre saat memasukkan lamaran.
F. Dalil Hraahap/Batam Pos

“Dulu kita punya mereka yang ahli dan menguasai di bidang migas. Namun, karena kemarin sempat terjadi pemutusan dan banyak dari mereka yang ke luar Batam,” imbuhnya.

Disnaker, lanjutnya, juga akan mencoba memfasilitasi calon tenaga kerja yang akan mengantarkan lamaran jika dibutuhkan. “Seperti yang galangan waktu itu, jika perusahaan meminta bantuan, kami akan bersedia demi terserap ribuan tenaga kerja ini,” ucap lulusan Unand ini.

Ia berharap informasi lowongan ini bisa menyerap tenaga kerja yang belum mendapatkan pekerjaan saat ini. “Kami berharap mereka yang sekarang kesulitan dan belum dapat pekerjaan bisa memanfaatkan lowongan ini. Semakin banyak yang terserap tentu semakin baik,” sebutnya.

Sementara itu, sejak Online Single Submission (OSS) diterapkan pada Juli lalu, 179 pelaku usaha sudah mendaftarkan izinnya lewat OSS. “Yang mendaftar OSS ada 179 pelaku usaha. Ada yang Penanaman Modal dalam Negeri (PMDN), Penanaman Modal Asing (PMA) dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM),” kata Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo, akhir pekan lalu.

Sedangkan di luar OSS, rencana investasi pendaftaran penanaman modal yang masuk dari Januari hingga Juni sebesar 391 juta dolar Amerika.

Adapun realisasi izin usaha pada semester I 2018 sebesar 124 juta dolar AS. Targetnya hingga akhir tahun nanti investasi yang masuk ke Batam sebesar 751 juta dolar AS. BP akan terus berupaya meningkatkan investasi meskipun jalannya tak mudah. Kendala utama adalah lahan.

“Makanya yang sudah mendaftar, BP akan mendorong agar masuk kawasan industri,” ujarnya. (yui)

Advertisement
loading...