batampos.co.id – Dua orang pemuda terkapar bersimbah darah setelah sepeda motor yang mereka kendarai menabrak sebuah bus besar persis di tikungan maut tak jauh dari kawasan industri galangan kapal Seilekop, Ahad (19/8/2018) dini hari.

Iklan

Dua pemuda yang diinformasikan bernama Leo dan Ferdin itu dilarikan warga ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam di Batuaji dalam kondisi kritis. 

Saat tiba di IGD RSUD, keduanya dalam keadaan tak sadarkan diri dengan napas terenga-enga. Ferdinand langsung dirawat di ruangan ICU sementara Leo dirawat di IGD. Keduanya sama-sama diberi alat bantu pernapasan dan harus menjalani beda syaraf.

“Tapi masih nunggu dokter (jalani beda syaraf). Dua-dua kritis,” ujar petugas medis di IGD RSUD.

Informasi yang didapat di lapangan, kecelakaan itu diduga karena aksi kebut-kebutan dua korban yang mengendarai sebuah sepeda motor besar yang sudah dimodifikasi. Keduanya melaju dari arah galangan kapal Seilekop. Saat tiba di tikungan yang menurun di lokasi kejadian mereka bepapasan dengan sebuah bus yang hendak berbelok ke arah kanan ke dalam kawasan perusahaan. Karena berada persis di tikungan dan jalan menurun, kedua korban tak bisa mengelak. Tabrakan dengan bodi bagian depan bus tak terelakan.

Kedua korban terkapar bersimbah darah. Sepeda motor yang mereka tunggangi rusak parah. Begitu juga dengan bodi bus bagian depan penyot. ” Kencang sekali bunyi tabrakan itu. Ngebut memang sepeda motor itu,” ujar Rudi, warga di lokasi kejadian.

Dua korban sampai siang ini masih menjalani perawatan medis di RSUD. Pihak rumah sakit berencana akan melakukan beda syaraf kepada keduanya.

(eja)