Iklan
Jalan raya dijadikan kios kaki lima, di Jodoh.
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Pedagang Pasar Induk Jodoh tak kunjung direlokasi. Selain aktivitas di dalam pasar yang lapuk ini berbahaya, kegiatan pedagang buah di depan pasar tepatnya di pinggiran Jalan Duyung juga kerap membuat macet.

Bukan tanpa sebab, kemacetan ini terjadi karena aktivitas jual beli yang diselenggarakan di tepi jalan, membuat pemilik kendaraan memarkirkan kendaraannya di badan jalan.

Bahkan, ruas jalan tinggal hanya setengah. “Ini sudah lama, macet ini sudah biasa,” imbuh seorang warga, Jumaidin, kemarin.

Pedagang buah, Junahati mengaku tidak keberatan dengan rencana pemerintah ingin menata lokasi tersebut. Tetapi rencana pemerintah tersebut belum juga terealisasi.

“Saya mana saja. Di sini (pinggir jalan) nyewa, nanti pindah ke mana juga nyewa. Sama keluar uang,” kata dia.

Pantauan Batam Pos, kios bakal tempat relokasi sementara para pedagang hingga kini tengah dipersiapkan. Wali Kota Batam Muhammad Rudi akhir Juli lalu mengatakan, seminggu relokasi akan selesai, dan juga kelak para pedagang akan dibebaskan dari biaya sewa selama tiga bulan pertama.

Sementara itu, Selasa (7/8) Kepala Bidang Trantibum Satpol PP Batam Imam Tohari mengaku, relokasi memang belum bisa dilakukan karena menunggu kios penampuangan sementara rampung dibangun.

“Memang belum dilaksanakan, tunggu, sebelahnya (kios) belum siap,” pungkasnya. (iza)

Advertisement
loading...