Salah satu atlet renang putri tengah berlaga dalam Porkot V Batam di kolam renang Sekolah Harapan Utama.
foto: batampos / ryan agung pambudi.

batampos.co.id  – Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Kota Batam bersiap untuk menghadapi gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepri yang akan dilaksanakan akhir November 2018. Salah satu persiapan yang dilakukan oleh PRSI Kota Batam adalah membentuk tim renang Poprov.

Ditegaskan oleh Ketua PRSI Kota Batam M Al Ichsan ada dua tahapan yang akan dilakukan untuk menjaring atlet yang diturunkan dalam Porprov mendatang. “Pertama dengan melakukan seleksi melalui gelaran kejuaraan kota (kejurkot),” paparnya, Minggu (19/8).

“Dan kedua adalah tahapan selanjutnya dengan menyelenggarakan open tournament untuk mengetahui kemampuan tim yang terbentuk,” terang Ichsan kemudian.

Ichsan mengakui jika saat gelaran Pekan Olahraga Kota (Porkot) Batam beberapa waktu lalu, sejumlah atlet peraih medali di cabang olahraga renang adalah kandidat utama tim renang Kota Batam untuk gelaran Porprov.

“Hanya saja, dengan rentang waktu antara penyelenggaraan Porkot dan Porprov yang mencapai satu tahu, otomatis kami harus melakukan serangkaian tes kembali untuk melihat kelayakan atlet tersebut,” tutur Ichsan.

Sedang Sekretaris PRSI Kota Batam Helmy Destra mengakui jika rentang waktu hang hampir mencapai satu tahun antara penyelenggaraan Porkot dengan Porprov bisa berpengaruh pada kemampuan atlet.

Dan menurutnya, satu-satunya cara untuk melihat kemampuan sesungguhnya dari atlet adalah saat berlaga dalam satu kejuaraan.

“Jeda satu tahun itu sangat berpengaruh bagi perkembangan atlet. Kita tak yahu apakah dalam rentang waktu satu tahun atlet ini masih layak untuk mewakili Kota Batam atau tidak,” papar Helmy.

Karenanya, lanjut Helmy, ada dua event yang tengah digodok oleh PRSI terkait dengan pembentukan tim untuk gelaran Porprov. “Pertama, dengan menggelar kejurkot yang diperuntukkan bagi klub-klub renang yang berada di bawah PRSI Kota Batam,” ujarnya.

“Kedua, dengan menyelenggarakan open tournament yang diperuntukkan bagi PRSI kabupaten/kota dan klub-klub yang berada dibawahnya,” jelas Helmy.

Dua hal menjadi pokok perhatian PRSI Kota Batam dalam menggelar kejuaraan. “Poin pertama adalah kejurkot adalah agenda resmi dari PRSI di setiap tahunnya,” tegasnya.”Kedua, sebagai ajang persiapan menuju ke Porprov 2018,” tambah Helmy.

Pelaksanaan kejurkot, selain diperuntukkan untuk membentuk tim, juga menjadi sarana PRSI untuk memperingati HUT kemerdekaan RI ke-73. “Sedianya akan dilaksanakan september mendatang,” katanya.

Sedang penyelenggaraan open tournament, Helmy melihat event ini menjadi ajang pembuktian dan penetapan tim renang yang akan diturunkan di ajang Porprov. “Rencananya akan digelar Oktober. Event ini menjadi ajang seleksi lanjutan dan try out tim renang Kota Batam untuk Porprov,” tegasnya.

Terkait dengan jumlah atlet yang akan diturunkan di Porprov mendatang, Helmy mengaku belum bisa memastikan jumlahnya. Hal ini dikarenakan belum ada kejelasan dari PRSI Kepri terkait dengan nomor yang dilombakan.

“Kami masih menunggu dari PRSI Kepri mengenai jumlah nomor yang akan diperlombakan dalam Porprov Kepri untuk cabor renang. Artinya jumlah tim yang akan disusun juga akan melihat jumlah nomor yang dipertandingkan,” tutur Helmy.

Helmy optimis jika tim renang Kota Batam bisa meraih prestasi maksimal dalam gelaran Porprov mendatang. “Di ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) kemarin kami telah membuktikan kemampuan dengan raihan gelar juara umum,” paparnya bangga.

“Kami hanya tinggal membuktikan di ajang Porprov terkait dengan kemampuan atlet renang Kota Batam. Hanya saja PB Porprov dan PRSI Kepri harus segera memutuskan berapa nomor yang akan dipertandingkan,” jelas Helmy.

Semakin lama menunggu, lanjut Helmy, ini akan berpengaruh pada persiapan menuju gelaran Porprov. “PRSI Kota Batam akan mengikuti semua nomor yang diperlombakan, tetapi tentunya harus jelas dulu mengenai nomor dan aturan main yang akan diterapkan,” tutup Helmy. (yan)