Jamaah salat magrib keluar tenda begitu angin kencang datang. Tenda bahan logistik ambruk diterjang angin. (Firzan Syahroni/ Jawa Pos)

batampos.co.id – Khotbah salat magrib baru selesai ketika angin kencang menerjang tenda masjid di Arafah, Minggu (19/8) malam waktu Arab Saudi.

Semula, jamaah tetap bertahan di dalam tenda masjid yang berukuran sekitar 15 x 20 meter itu. Mereka juga tak beranjak meski lampu mendadak padam. Namun, tiba-tiba terdengar teriakan.

“Semua keluar..! Ayo keluar.” Tak lama kemudian, terdengar suara bergemuruh.

Wartawan Jawa Pos Firzan Syahroni yang berada di dalam tenda menyaksikan satu besi penyangga tenda jatuh. Untung, besi berukuran panjang sekitar 6 meter itu jatuh di saf yang sudah kosong.

Melihat itu, jamaah salat sontak berhamburan keluar tenda. Ada yang keluar lewat pintu, sebagian jamaah terlihat keluar menerobos jendela tenda.

Di luar tenda, hujan badai berembus kencang. Teriakan takbir terdengar bersahutan. Beberapa jamaah terlihat ketakutan. Ada yang berpegangan ke batang pohon mindi yang berada di sekitar tenda. Namun, pegangan itu mereka lepas ketika pohon tersebut bergoyang keras saat diterjang angin kencang.

Hujan badai selama sekitar 30 menit itu membuat setidaknya empat tenda ambruk. Untung, tenda itu hanya berisi bahan logistik. Proses distribusi konsumsi pun terhambat.

Setelah badai berlalu, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin langsung berkeliling maktab. Dia memantau kondisi tenda jamaah dan posko kesehatan Arafah. Menag juga masuk ke tenda yang dihuni jamaah haji asal kloter 29 Jakarta.

“Bapak ibu sekalian, saya minta maaf. Angin kencang membuat distribusi makanan agak terlambat,” katanya. Dia juga meminta jamaah haji bersabar dan siap menjalani wukuf, Senin siang. Sekitar sejam setelah kejadian, listrik kembali menyala. Suasana pun berangsur pulih.

oni/jpc/jpk