ilustrasi

batampos.co.id – Krisis air bersih di Kelurahan Tanjunguncang, Batuaji, masih dirasakan sejumlah warga Perumahan, Minggu (19/8). Warga semakin kewalahan sebab stok air bersih benar-benar kosong. Air galon isi ulang yang menjadi pilihan warga untuk memenuhi kebutuhan harian juga sulit didapatkan.

Iklan

Padahal sebelumnya, puluhan warga sudah mengadukan masalah tersebut dengan mendatangi langsung kantor PT ATB di Sukajadi pada Kamis (16/8) lalu. Pihak ATB berjanji akan menyelesaikan persoalan tersebut dengan memperbaiki layanan. Namun, sepanjang hari kemarin, warga setempat masih kesusahan mendapatkan air, itu karena pasokan air masih terganggu.

Ketua Rt 07, Perumahan Sumberindo, Mustari mengaku jika gangguan masih terjadi di perumahannya. Ia pun mendesak PT ATB untuk segera memperbaiki layanan tersebut, pasalnya, pihaknya akan kembali mendatangi kantor ATB dengan membawa massa yang lebih banyak lagi.

“Karena sesuai kesepakatan kemarin perbaikan akan sampai hari senin. Kalau lewat, terpaksa kami harus turunkan warga yang lebih banyak lagi,” kata Mustari.

Dia mengatakan protes mereka cukup beralasan, sebab selama ini warga cukup bersabar dengan kondisi kekurangan air akibat gangguan yang kerap terjadi hampir setiap bulan.

“Padahal warga rutin membayar tagihan air setiap bulan, tapi kualitas layanannya seperti ini,” jelasnya.

Sementara Revaldi, warga perumahan Sumberindo, Blok E mengatakan situasi tak nyaman tersebut sudah dialaminya selama bertahun-tahun tinggal di perumahan tersebut. “Setiap bulan begini terus kondisinya,” kata ayah dua anak ini.

Untuk memenuhi kebutuhan air , pria asal Sumatera Utara ini harus merogok kocek lebih banyak lagi karena mengandalkan air galon.

“Memang airnya hidup saat malam. Tapi itu tidak cukup untuk kebutuhan keluarga saya, sebab airnya kecil,” tutupnya. (une)