batampos.co.id – Pelaksanaan Wukuf di Arafah telah selesai seluruh jamaah haji mulai diberangkatkan menuju Muzdalifah, Mabit, untuk selanjutnya mengambil batu kerikil untuk melontar jumrah. Diketahui batu kerikil sudah disediakan pihak maktab sehingga jamaah tidak perlu lagi mencari-cari batu, Selasa (21/8).

Iklan

Mengingat pendeknya perjalanan dari Arafah ke Muzdalifah, bus yang mengangkut jamaah menggunakan sistem taraduddi.

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Romadi menjelaskan sistem Taradudi atau bolak balik ini melayani keberangkatan jamaah haji dari Makkah menuju Arafah.

“Ketika jamaah mulai memasuki area Muzdalifah sempat mengalami kepadatan karena daya tampung terbatas. Namun alhamdulillah berkat kesabaran dan kerjasama jamaah pelan-pelan kita arahkan sehingga bisa masuk ke area Muzdalifah,” katanya.

Menurut dia, batu kerikil untuk melontar jumrah yang disediakan oleh pihak maktab ukurannya terlalu kecil, sehingga beberapa jamaah ada yang mencarinya lagi.

“Ada satu orang jamaah yang wafat di Muzdalifah namun identitasnya belum dapat diketahui,” ungkap Romadi.

Terpisah Media Center Haji (MCH) Embarkasi Haji Batam juga mendapatkan informasi dari Pembimbing Ibadah Kloter 1 BTH, Rustam mengatakan, jemaah Kloter 1 tiba di Muzdalifah pukul 21.25 WAS. Setelah mabit dan mengambil batu kerikil pukul 01.00 WAS berangsur-angsur jamaah diberangkatkan ke Mina.

Selanjutnya dari Ketua Kloter 27, Erman Zaruddin juga didapatkan informasi bahwa Kloter 27 berangkat dari Arafah dengan bus pertama pukul 10.30 WAS dan bus terakhir pukul 12.15 WAS.

“Ada satu orang jamaah a.n Nurlina sempat pingsan saat antre mau ke Mina dilarikan ke Ambulance. Namun berkat kesigapan Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) Kloter 27 dr. Mia, jamaah tersebut sudah sadar,” terang Erman. (rng)