Panitia memotong hewan kurban di Perumahan Intan Sari, Gang Raudhah, Kelurahan Kampung Bulang, Tanjungpinang, Rabu (22/8). F. Yusnadi/batampos.co.id

batampos.co.id – Kemeriahan Idul Adha atau hari raya kurban tidak disia-siakan umat Islam untuk berkurban. Seperti warga Perumahan Intan Sari, Gang Raudhah, Kelurahan Kampung Bulang, Tanjungpinang Timur yang sangat antusias membantu pemotongan hewan kurban. Warga Gang Raudhah berkurban dengan memotong tiga ekor sapi yang diperuntukkan bagi masyarakat setempat yang membutuhkan.

”Selesai pemotongan, daging kurban dibagikan ke warga dan diantar langsung ke rumah warga,” kata Husin, panitia pemotongan hewan kurban Musala Syarifah Raudhah, Rabu (22/8).

Husin mengatakan, tujuan pembagian daging kurban tidak lain adalah untuk saling berbagi kepada semua warga dan sebagai wujud terima kasih atas nikmat yang telah diberikan Allah. ”Dengan berkurban, kita mensyukuri apa yang Allah telah berikan,” ujarnya.

Berkurban, kata Husin, merupakan kegiatan rutin yang dilakukan Musala Syarifah Raudhah setiap tahunnya. Dana pembelian hewan kurban dikumpulkan dari warga yang ingin berkurban dengan cara mencicil selama 10 bulan. ”Dengan mencicil, warga bisa ikut berkurban setiap tahunnya,” kata Husin.

Menurutnya, seluruh hewan kurban yang dipotong tersebut semuanya masuk dalam kriteria sehat. Sebelum membeli, panitia telah melakukan seleksi kesehatan pada hewan kurban. ”Alhamdulillah, semua sapi sehat dan siap dikurbankan,” pungkasnya.

Sementara itu, Tim Kesehatan Hewan (TKH) Dinas Pertanian Kabupaten Bintan yang melakukan inspeksi mendadak ke pemotongan hewan kurban di tujuh kecamatan di Kabupaten Bintan pada Rabu (22/8) juga tak menemukan hewan kurban berpenyakit.

Sidak dari Tim Kesehatan Hewan yang terdiri dari dokter hewan dan paramedis veteriner ini melibatkan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI). ”Total tim yang terlibat sebanyak 13 orang,” ujar Kasi Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Bintan drh. Iwan Berri Prima, Rabu (22/8).

Ia menjelaskan, sidak ini bertujuan untuk melaksanakan pelayanan sekaligus melakukan pengawasan pemotongan hewan kurban yang ada di Bintan. ”Pemeriksaan ante mortem sebelum hewan kurban disembelih dan pemeriksaan post mortem setelah hewan disembelih,” ujarnya.

Sejauh ini, menurutnya, dari pemeriksaan di lapangan tidak ditemukan hewan berpenyakit yang dipotong.(odi/met)

Advertisement
loading...