batampos.co.id – Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kepri Doli Boniara mengatakan Pemprov Kepri sudah mengutus sejumlah personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) ke lokasi gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Terkait adanya Surat Edaran (SE) dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) agar pemerintah daerah memberikan bantuan untuk korban bencana, Doli mengatakan akan didiskusikan bersama gubernur.
”Kita tahu berbagai pihaknya yang peduli de-ngan situasi dan kondisi gempa Lombok sudah melakukan penggalangan dana. Sedangkan Tagana terjun langsung ke lokasi gempa untuk membantu evakuasi dan sebagainya,” ujar Doli, kemarin.
Menurut Doli, mengenai adanya SE dari Kemendagri kebijakannya berada ditangan Gubernur sebagai Kepala Daerah. Tentu hal itu akan dibicarakan terlebih dahulu. Pihaknya akan segera melakukan diskusi. Karena sampai saat ini, status gempa Lombok belum ditetapkan sebagai bencana nasional.
”Yang jelas kewenangan berada di tangan Pak Gubernur. Bagaimana keputusannya nanti, tentu harus melalui diskusi bersama dengan Bapak Gubernur,” tutup Doli.
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menerbitkan surat edaran nomor 977/6131/Sj dan 977/6132/Sj Tanggal 20 Agustus 2018 untuk seluruh gubernur, bupati, dan wali kota seluruh Indonesia. Isinya terkait bantuan keuangan untuk Pemprov Nusa Tenggara Barat (NTB). Surat itu berisikan upaya bantuan penanganan bagi masyarakat terdampak bencana alam yang terjadi di wilayah NTB.
”Pertama, adanya permintaan Gubernur NTB di surat per tanggal 6 Agustus 2018 yang juga meminta bantuan ke pemerintah daerah, pusat, dan gubernur,” ujar Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri, Bahtiar Rabu (22/8).
”Kedua, animo dari peme-rintah daerah selain NTB, terkait solidaritas membantu masyarakat Lombok untuk memberikan bantuan menggunakan APBD masing-masing,” lanjut dia.
Bahtiar meminta masyarakat menyikapi surat edaran tersebut dengan positif. Terlebih, bantuan keuangan antar daerah tersebut tidak menyalahi undang-undang. ”Karena daerah pada hakikatnya bisa memberikan bantuan keuangan ke daerah lain. Oleh karena itu, kita fasilitasi,” jelas Bahtiar.(jpg)
