Minggu, 26 April 2026

Disperindag Akui Harga Daging Ayam masih Tinggi

Berita Terkait

Pekerja kios pedagang ayan Dua Mande di pasar Botania 1 Batamcenter memotong ayam pesanan pelanggannya.
F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Harga jual ayam segar di Pasar Batam masih tinggi, Jumat (24/8). Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam, Zarefriadi mengatakan harga jual ayam di Kota Batam masih perlu diturunkan.

“Tak ada yang berubah signifikan. Tapi terkait ayam masih perlu diturunkan,” kata Zarefriadi, Jumat (24/8).

Berdasarkan hasil pantauan tim Disperindag pada Selasa (21/8) lalu, harga ayam di sejumlah pasar Kota Batam memang cukup tinggi. Yakni antara harga Rp 36.000 hingga Rp 42.000 per kilogram.

“Harga terendah didapat di Pasar Toss 3000 Jodoh, yang merupakan pasar besar di Kota Batam. Sementara untuk pasar yang berlokasi dekat perumahan warga, harganya beragam, mulai Rp 39.000, Rp 40.000, hingga Rp 42.000 per kilogram,” katanya.

Menurutnya kondisi ini tak hanya terjadi di Batam, tapi juga di daerah lain di Indonesia. Ia mengutip pernyataan Kementerian Perdagangan, kondisi ini terjadi karena kenaikan harga ayam di musim Idul Fitri lalu terlalu tinggi. Sehingga untuk menurunkannya kembali ke harga normal cukup sulit.

“Adapun harga setelah Idul Fitri berkisar Rp 36-38 ribu. Nah jelang Idul Adha, otomatis harganya akan semakin mahal,” jelasnya.

Sementara harga ayam di Pasar Fanindo Batuaji masih di kisaran Rp 40.000. Pedagang di Pasar Fanindo, salah satu penjual ayam, Aan Wahyudi mmengatakan harga ini sudah turun Rp 1.000 dari harga sebelumnya.

Ia mengaku tak tahu penyebab tingginya harga jual ayam tersebut. Menurutnya kenaikan harga sudah terjadi mulai dari tingkat peternak.

“Kami menyesuaikan dengan harga dari peternak. Tak mungkin ambil untung banyak. Modalnya yang memang sudah tinggi makanya kami jual juga mahal,” tuturnya. (une)

Update