Pembangunan Waduk Kawal yang saat ini tengah digesa pengerjaannya. F. Jailani/batampos.co.id

batampos.co.id – Pembangunan Waduk Kawal, Bintan, dengan kapasitas 400 liter per detik terus dikebut pekerjaanya oleh PT Taruna Putra Pratiwi selaku kontraktor. Persoalan pembebasan lahan sempat menjadi kendala yang menyebabkan progres pekerjaan tidak sesuai dengan jadwal yang ditetapkan.

”Secara keseluruhan progres kerja ditahun kedua ini sudah mencapai 40,50 persen,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPR) Provinsi Kepri, Rodi Yantari, Jumat (24/8) di Tanjungpinang.

Mantan Kasi Jembatan Dinas PUPR Kepri tersebut menjelaskan, secara keseluruhan pembangunan infrastruktur Waduk Kawal menelan dana Rp 85 miliar. Adapun alokasi pada 2017 lalu sebesar Rp 22 miliar. Kemudian pada tahun ini Rp 67,6 miliar. Selanjutnya pada 2019 mendatang lebih kurang Rp 5 miliar.

Menurut Rodi, lingkup pekerjaan dari anggaran yang sudah dialokasikan adalah untuk speel way dan bangunan pelengkap lainnya yang sudah selesai 100 persen. Selain itu, ada juga untuk pekerjaan pembangunan tubuh bendungan yang masih dalam pelaksanaan. Kemudian ada juga rumah jaga dan gardu pandang.

”Target kerja sebenarnya rampung pada tahun ini. Tetapi karena kendala lahan, sehingga penyelesaiannya mundur pada 2019 mendatang,” papar Rodi Yantari.

Menurutnya, Waduk Kawal memiliki kapasitas lebih kurang 400 liter per detik. Ia berharap dengan hadirnya infrastruktur itu nanti bisa memenuhi kebutuhan air bersih di Tanjungpinang dan Bintan. Rodi yakin dengan hadirnya Waduk Kawal bisa menambah kapasitas ketersediaan air bersih yang selama ini suplai oleh Waduk Gesek dan Sungai Pulai.

”Pembangunan Waduk Kawal memang dirancang untuk jangka menengah. Karena jangka panjang perencanaan utamanya adalah Dam Busung,” tegas Rodi.

Ditambahkan Rodi, pembangunan waduk tersebut tentunya bersinergi dengan Pemerintah Pusat, Pemprov Kepri, dan Pemerintah Kabupaten Bintan. Terkait masalah lahan saat sudah hampir selesai. Bahkan proses pekerjaan sudah dapat terus berjalan.
”Semoga tidak ada kendala lagi. Sehingga kita bisa mengejar progres yang belum tercapai,” tutup Rodi Yantari.

Terpisah Kepala Dinas PUPR Kepri Abu Bakar mengatakan, pembangunan waduk Kawal dilaksanakan oleh Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VI. Dia juga menjelaskan, untuk pengerjaan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) apabila waduk telah selesai akan dikerjakan pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Satuan Kerja Penyediaan Air Minum (Satker PAS) Provinsi Kepri.

”Pembangunan waduk Kawal adalah salah satu infrastruktur strategis dari pemerintah pusat atas usulan Pemprov Kepri,” ujar Abu Bakar, kemarin.(jpg)