batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam memecahkan rekor Museum Umum Rekor Indonesia (MURI) setelah membuat penganan khas Melayu, yakni Roti Jala sepanjang 73 meter di Lapangan Parkir BP Batam, Sabtu (25/8).

“Mengapa Roti Jala. Karena kami ingin mengangkat ciri khas Melayu agar bisa dikenal nusantara. Dan mengapa panjangnya 73 meter karena memperingati HUT RI yang ke-73,” kata Direktur PTSP BP Batam Ady Soegiharto di Media Centre BP Batam.

Acara ini merupakan salah satu acara utama dari event Funtastic Ragam Indonesia. Roti Jala dengan panjang 73 meter itu dipilih karena bisa langsung dinikmati. Mudah juga dipotong-potong agar bisa disajikan kepada para tamu undangan dan masyarakat.

Proses pembuatan Roti Jala terpanjang ini dipandu oleh Chef Priscilya Princessa atau Chef Priscil. Ia memberikan komando kepada sekitar 146 mahasiswa Politeknik Batam Tourism Polytechnic (BTP) yang menjadi koki pembuatan Roti Jala. Ratusan penonton pun ikut menyemarakkan jalannya acara.

Dua orang menangani 1 meter Roti Jala. Mereka mengikuti aba-aba dari Chef Priscil dan kemudian mulai menuangkan adonan Roti Jala. Butuh waktu sekitar 15 menit untuk persiapan dan 15 menit berikutnya untuk menyelesaikan proses pembuatannya.

Roti Jala yang telah matang bersamaan harus diangkat dari kompor menuju daun pisang. Proses pengangkatannya dilakukan dengan hati-hati karena jika ada bagian yang patah, maka akan gagal pecahkan rekor MURI.

Dalam prosesnya, Roti Jala terpanjang ini menggunakan lima sak tepung, satu sak tepung memiliki berat 25 kilogram. Kemudian 7300 butir telur, minyak goreng sebanyak 30 liter, kunyit sebanyak 25 kilogram, garam sebanyak 10 kilogram, kari ayam sebanyak 200 kilogram dan bahan-bahan pendukung lainnya.

Chef Priscil mengatakan tantangan terberat dalam membuat Roti Jala ini adalah bagaimana mengangkatnya dengan baik agar jangan sampai patah di tengah jalan.

“Alat bantu kami sediakan lebih panjang. Pinggannya khusus. Seroknya lebih gede lagi. Angkatnya bersamaan harus nempel tentunya,” katanya.

Ia mengatakan rekor baru ini dapat menjadi langkah awal bagi Batam dalam memperkenalkan kulinernya kepada nusantara.

Mahasiswa dan mahasiswi Batam Tourism Polytechnic Batam saat membuat makanan khas Melayu Roti Jala terpanjang di gagas oleh BP batam di Pelataran parkir kantor BP Batam, Sabtu (25/8). Roti Jala tersebut berhasil memecahkan rekor MURI dengan panjang 73 meter. F Cecep Mulyana/Batam Pos

“Batam itu juga kan terkenal dengan Seafood. Mungkin kedepannya bisa buat rekor MURI dengan jumlah masakan seafood terbanyak 1 ton kali,” ungkapnya.

Senior Manager MURI Awan Rahargo mengatakan MURI hanya menilai berdasarkan ukuran superlatif.

“Kami mencatat detail berapa peserta yang ikut terlibat. Berapa banyak bahan yang diperlukan. Pokoknya infonya komplit,” katanya.

Menurutnya untuk kategori kuliner, ini merupakan capaian luar biasa.

“Karena kami belum pernah mencatat kategori untuk rekor kuliner terpanjang,” jelasnya.

Dalam acara ini, Wakil Gubernur Kepri Isdianto mengatakan Roti Jala terpanjang ini merupakan terobosan baru yang bisa diunggulkan menjadi event pariwisata terbaru.

“Event seperti ini harus terus dilaksanakan karena dapat menjadi unggulan sektor pariwisata kedepannya,” katanya.

Dan bisa saja suatu saat nanti penganan khas Melayu ini menjadi sarapan utama di hotel-hotel yang ada di Batam.

Panitia Funtastic Ragam Indonesia juga menghadirkan musisi Irfan Fahri Lazuardy atau akrab disapa Ipang.

Turut dihadirkan pula pertunjukkan nonstop seni dan budaya yang akan ditampilkan perwakilan dari 34 provinsi di Indonesia. Lalu menampilkan teater kebangsaan yang dibawakan Teater Bumi Batam. Mereka mengusung tema Kebangsaan dan Nusantara Indonesia.

Even juga menjadi ajang reuni bagi para penari Rampai Kota Batam karya dari koreografer terkenal Guruh Soekarno Putra yang sempat ditampilan pada Batam Menari pada April lalu. Sebuah karya seni bertajuk Tari Rampai Batam yang merepresentasikan Kota Batam yang kerap dijuluki sebagai miniatur Indonesia dengan keragaman suku di dalamnya.(leo)

Advertisement
loading...