Senin, 27 April 2026

Orangtua Bocah Yang Ditelantarkan merasa Kecewa, segera Terbang ke Batam

Berita Terkait

batampos.co.id – Suryanto pelaku penelantaran dan penyekapan Rhm dan Ak dua keponakannya di perumahan Central Park, Tanjunguncang mengaku menyesal telah menghianti kepercayaan M Tahir kakaknya yang menitipkan dua bocah tersebut kepadanya sejak dua tahun yang lalu.

Saat diperiksa penyidik Polsek Batuaji Suryanto mengaku tidak menjaga amanah yang dipercayakan sang kakak dengan baik. Dia mengaku sering memukul dua bocah yang masih polos dan belum mengerti apa-apa itu.

“Biasa Pak kadang kesal karena kenakalan anak-anak,” ujarnya, Sabtu (24/8).

Terkait temuan dua bocah di bangunan terbuka samping rumahnya Suryanto mengaku itu memang ulahnya. Itu dilakukan karena dua bocah itu disebutnya sering merusak perabot dalam rumah.

“Siang hari saja kalau kami lagi keluar biar mereka tak rusakin barang-barang dalam rumah,” ujarnya.

Suryanto juga mengaku aksi serupa sering dilakukan selama ini jika mereka tinggalkan dua bocah itu sendiri di rumah. Dua bocah sengaja diletakan di ruangan yang mirip dengan kandang ayam itu ketimbang di dalam rumah. Namun yang paling lama diakuinya saat ditemukan warga itu. Dia mengaku terlambat pulang karena menjaga Fatimah isterinya yang sedang dirawat karena kecelakaan lalu lintas di RSUD Embung Fatimah Batam di Batuaji.

“Saya tinggalkan mereka sejak pukul 15.00 WIB. Sama dua anak saya yang kecil tapi dua anak saya tenang makanya di dalam rumah mereka,” ujarnya.

Disinggung terkait kondisi dua bocah yang divonis busung lapar saat ditangani petugas medis di RSUD, pria kelahiran Tanjungpinang itu mengelak jika tidak maksimal memberi makan kepada dua bocah tadi.

“Makan biasa saja kok. Kami makan mereka juga makan,” ujarnya.

Namun demikian pengakuannya itu bertentangan dengan hasil penyelidikan polisi. Temuan dua bocah yang dalam kondisi kumal dan kelaparan di ruangan tanpa atap dan lantai samping rumahnya, diduga kuat korban tersebut sering dianiaya yang berlebihan dan jarang diberi makan.

“Itukan pengakuan dia. Pembelaan dari dia. Kalau dari kami (kepolisian) akan sinkronkan dengan bukti-bukti yang ada,” ujar Kapolsek Batuaji Kompol Syafruddin Dalimunte, kemarin.

Hasil penyelidikan sementara membuktikan bahwa kedua bocah tersebut ditemui sejumlah bekas luka disekujur tubuh. Begitu juga hasil pemeriksaan medis yang menyimpulkan dua bocah itu busung lapar dan bahkan Ak bocah yang paling kecil alami gangguan pada saluran pembuangan menguatkan penyidik bahwa dua bocah itu sengaja dianiayan dan disekap oleh Suryanto.

“Makanya dia dijerat Undang-Undang Perlindungan Anak No. 35 tahun 2014 pasal 76 huruf b junto pasal 80 ayat 1 dengan ancaman maksimal lima tahun penjara,” ujar Dalimunthe.

Tersangka Penelantar Anak.
foto: batampos.co.id / dalil harahap

Untuk sementara sambung Dalimunthe, masih Suryanto yang ditetapkan sebagai tersangka tunggal. Namun demikia tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain misalkan Fatimah isterinya jika memang penyelidikan lanjutan nanti membuktikan sang isteri turut terlibat selama ini.

“Istrinya (Fatimah) masih dirawat belum bisa dimintai keterangan jadi sementara masih Suryanto saja yang ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Dalimunthe.

Rhm dan Ak hingga siang kemarin masih menjalani perawatan medis di RSUD. Kesehatan Rhm berangsur membaik sementara Ak sang adik masih diopname karena saat buang air kecil masih mengeluarkan darah.

“Yang abangnya tadi saya gendong sudah sehat. Sudah bisa diajak bicara tapi saat tanya siapa-siapa saja yang pukul mereka, dia belum mau bicara. Seperti masih trauma gitu,” ujar Dalimunthe.

Kedua bocah tersebut diakui Dalimunthe akan menjalani perawatan medis hingga pulih total. Mereka juga akan ditangani untuk masalah traumanya. Biar tak berkepanjangan,” kata Dalimunthe.

Sementara M Tahir ayah kandung dari dua bocah malang itu yang bekerja di Timur Leste sudah dihubungi pihak kepolisian. M Tahir bersama isteri keduanya (ibu tiri Rhm dan Ak) sedang dalam perjalanan menuju ke Batam.

“Tiga hari baru nyampe sini katanya,” ujar Dalimunthe.

Saat dihunungi Polisi M Tahir cukup berang mendengar kabar miris yang dialami kedua puteranya itu. M Tahir sangat kecewa sebab selama ini dia rutin kirim yang sebesar Rp 2,5 juta untuk keperluan dua anaknya.

“Kecewa dia. Makanya langsung mau ke sini dia,” ujar Dalimumthe.

Sementara informasi lain dari sekitar tempat tinggalnya, Suryanto selama ini dikenal sebagai sosok yang jarang bergaul. Pria yang kesehariannya sebagai buruh bangunan itu jarang bersosialisasi dengan masyarakat sekitar. Berbeda dengan Fatimah sang isteri yang suka bergaul bahkan dipercayakan warga di sana sebagai tukang tagih uang jika ada penggalangan danah atau iuran lainnya.

Namun demikian ada yang aneh dengan kebiasaan Fatimah selama ini yakni jarang membawa Rhm dan Ak ke luar rumah selain dua anaknya yang masih kecil.

“Itu saja sih keanehan isterinya. Tak pernah bawa dua anak ini keluar atau sekedar main di luar. Dua anak ini seperti dikurung terus dalam rumah. Kadang kami hanya dengar nangisnya aja,” ujar Sartika, seorang warga.

Andre warga lainnya mengaku sudah cukup lama curiga dengan rutinitas yang tak lazim dari kedua bocah itu, namun mereka tak bisa berbuat banyak sebab setiap kali ditanya Fatimah selalu bilang kedua bocah itu baik-baik saja.

“Sudah lama kami curiga tapi tak punya bukti. Sekarang baru tahu kalau memang disekap dua anak ini,” ujarnya.

Terkuaknya kasus penelantaran dan penyekapan itu membuat warga geram. Warga berharap agar Suryanto dihukum yang setimpal.

“Sedih benar pak pertama nengok dua anak ini. Bayangkan dikurung di tempat terbuka tanpa atap tanpa lantai seperti kandang ayam. Ada berak kecing di lokasi mereka dikurung. Sampai malam dan tak ada lampu (penerangan). Gimanalah perasaan dua anak yang masih belum ngerti apa-apa ini,” ujar Andre.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Rhm dan Ak ditemukan warga dalam kondisi kumal dan kelaparan di bangunan tambahan samping rumah Suryanto, Kamis (23/8). Rhm dan Ak merupakan anak dari M Tahir kakak kandung Suryanto yang dititipkan kepadanya sejak dua tahun terkahir.

Saat dievakuasi warga, dua bocah itu tampak lemas dan tak bersuara. Keduanya kelaparan sehingga empat bungkus nasi yang diberi warga langsung ludes dimakan dua bocah tersebut. Oleh warga temuan dua bocah yang tak terurus itu dibawa ke Mapolsem Batuaji.

Atas temuan itu Polsek Batuaji langsung amankan Suryanto sebagai tersangka tunggal. (eja)

Update